Jumat, 11 Juli 2014

Melody Love



Melody Love

 Title                       : MELODY LOVE
RATING                :  PG 13
GENRE                  : Romance
Author                    : Haengjin
Cast                       :
                      Lee Sungmin
                      Shin she kyung
                      Shin Dongho

#Words
Melody love .
Nyanyian dari hati yang menenangkan jiwa ku. ku tatap dirinya yang begitu indah
Tetesan air mata pun sirna ketika ku melihat senyumannya.
Tetap di sini … janganlah kau pergi...



SHEkyung POV

Namaku adalah Shin She Kyung. Aku bersekolah di “ Hooyoung Art School”
Di bidang melukis. Aku tinggal hanya berdua dengan adik ku Shin Dong Ho karna orang tua ku sudah meninggal 8 tahun yang lalu. Dari kecil aku selalu menyendiri, aku jarang berbicara dengan orang lain apa lagi dengan orang yang baru ku kenal. Aku hanya akan berbicara dengan adik ku tercinta. Terkadang aku merasa bosan dan begitu hampa seakan akan kehidupan ku terlihat megitu gelap tapi mau bagaimana lagi aku tak punya keberanian untuk mengubah semua yang terjadi … aku takut jika berubah semua yang ku miliki akan pergi. Tapi pada suatu hari hidupku terasa lebih berwarna sejak kedatangan seorang Namja yang bernama Lee sungmin. Dan cerita ini pun di mulai.
               
                Seperti biasa aku selalu mengahabiskan waktu istirahat hanya seorang diri. Biasanya aku menggunakan waktu ku untuk melukis atau sekedar jalan-jalan santai, memutari sekolah. Walau terlihat aneh, tapi inilah rutinitasku setiap harinya. Aku melangkahkan kaki menyusuri koridor sekolah, yang sudah terukir dengan jelas dalam ingatanku. Tapi hari ini berbeda dari biasanya, aku mendengar suara alunan Piano yang begitu menyayat hati. Entah kenapa aku sangat menyukainya. Aku pun mencari suara ke ruang musik. Benar saja, ternyata suara itu berasal dari Piano yang di mainkan seorang Namja. Ia terhenti ketika melihatku di depan pintu ruang Musik. Aku hanya menundukan kepala ketika dia menatapku. “ nugu!?” tanyanya dingin. “ a…aku. Shin She Kyung imnnida” kata ku memperkenalkan diri. “ mau apa kau?” katanya dengan nada yang sama. “ aku hanya ingin mendengar lagumu… hanya itu. Bisakah kau memainkannya lagi untuk ku?” kata ku memberanikan diri. Tak biasanya aku bicara banyak seperti ini. “ buat apa?  Tak ada untungnya untuk ku.” Katanya mengambil tas nya bangkit dari kursi. “me..memang tak ada. Tapi apa boleh kau mainkan lagi… aku akan bernyanyi mengiringi mu.” Pintaku lagi. Ia tak menjawabku. Ia pun pergi meninggalkan ku. Sekilas jantung ku berdetak begitu kencang. Ada apa dengan ku?
               
                Di Kelas. Aku terus memikirkannya. Siapa dia? Siapa namanya? Dimana rumahnya? Dimana kelasnya? Seperti apa kah dia? Pertanya itu terus berputar di atas kepalaku. Akupun mengibaskan tanganku berharap pertanyaan itu menghilang dari kepalaku. Tak kusadari aku telah menggambar wajah namja itu. “ Omg! Kenapa begini..” kataku dalam hati air mataku pun mulai memenuhi seluk beluk mataku. “Shin-ssi, siapa dia? Aku suruh melukis buah yang ada di meja. Kenapa kau malah menggambar wajah Namja mu!?” Tanya Seongsanim yang sudah ada tepat di belakangku. Aku hanya terdiam. “ kenapa hanya diam!?” bentak Seongsanim. “ dia bukan Namjaku…” kata ku tertunduk dengan tangis. “… lalu? Siapa dia? Suami mu!?” ejek Seongsanim. Seongsanim ku adalah seseorang yang terkenal karna sikapnya yang buruk ia suka menggoda siswi dan juga suka mencibir orang lain tanpa berpikir. Sayangnya ia adalah anak dari kepala sekolah di sekolah ku jadi tak ada yang berani memarahinya. “Ani.” Jawab ku singkat. Dia hanya tertawa. “ kau menangis? Sudah lupakan saja. Lanjutkan saja.” Kata Seongsanim. Aku pun bangkit. lalu belari keluar dari ruang lukis. “HEY! SHIN-SSI! MAU KEMANA KAU!!!” bentak Seongsanim aku menghiraukannya dan terus belari.
                Sorenya. Aku berniat membuang lukisan ‘ Namja ’ itu. Sesampainya di tempat sampah hand phone ku beerdering. “ Yoboseyo?” aku langsung mengangkatnya karna hanya ada satu nomer yang akan menelpon ku dan hanya ada satu –satunya nomer adikku di hand phone ku. “ Noona? Bagaimana hari mu di sekolahmu? Maaf aku pulang duluan… aku akan menyiapkan makan malam sebagai tanda maafku. Noona pulang kapan? Ada di mana? Mau aku jemput / tidak? Jika tidak aku akan menunggumu di depan rumah. Kalau mau aku jemput noona segera.” Kata Dongho panjang lebar. “ Ya. Tak apa. Aku sudah di jalan pulang. Tak usah menjemputku dan menunngu ku. Aku sudah makan jangan memasak lagi.” jawabku hampir panjang dengannya. “baiklah aku akan menunggu Noona…” katanya memutuskan panggilan. “ ‘kan sudah ku bilang… jangan menunggu ku. Dasar kebiasaan” kata ku berbicara sendiri. Aku pun membuang lukisanku.
                Di rumah. “Noona sudah pulang? Aku sudah menyiapkan makanan dan air hangat untuk Noona mandi. Rumah juga sudah ku rapikan” Kata Dongho menyapa ku di depan rumah. “ sudah ku bilang berapa kali tak usah menunggu ku. membersihkan rumah adalah tugasku. Kau tak usah membantuku.” Kataku. “ kenapa tak boleh? Selama ini Noona selalu menjaga dan membantuku. Kini giliran aku.” Kata Dongho mengambil tas yang ku bawa. “ apa ini?” tanya Dongho melihat canvas yang ku bawa. Pada akhirnya ku tak bisa membuang lukisan Namja itu. “ ini… lukisan ku.” Jawabku dengan senyum. “sini biar ku bawa. Noona makan saja dulu.” Kata Dongho belari masuk.
Aku pun melangkah menuju meja makan. Terlihat ada banyak makanan dia atas meja. Aku hanya tersenyum, karna aku tahu Dongho tak mungkin memasak karna dia tak bisa. Pasti dia membelinya. “ Noona bagaimana rasanya? Apa enak?” tanya Dongho. “ aku belum memakannya…” kataku tersenyum. Memakan makanan itu. “ enak” jawabku. “benarkah?” kata Dongho duduk dan ikut makan. “ iya enak. Lain kali aku akan membelinya lagi.” kata Dongho. “ kau beli dimana?” Tanya ku. “e,,, aku tak membelinya. Aku memasaknya kok..” kata Dongho salah tingkah. Aku hanya tertawa kecil. Kehidupan Dongho dan aku sangat berbeda. Dongho memiliki banyak teman dan juga selalu saja ada hal yang menyenangkan dalam harinya. Aku hanya dapat tersenyum ketika dia menceritakan harinya. Walau dia tahu hari ku tak berbeda dengan biasanya tapi ia tak pernah lupa untuk bertanya tentang hariku dan ia tak pernah bosan mendengarnya.
                Malamnya aku melanjutkan lukisan Namja itu di kamarku. Perlahan demi perlahan aku melukisnya dan akhirnya selesai. Tak biasa nya aku melukis wajah seseorang. Biasanya aku akan melukis wajah adikku.
                Esoknya, pada saat istirahat . Aku melihat namja itu di kursi taman sekolah. Ia duduk sendiri di sana. Apakah dia sama seperti ku?? Kenapa ia sendirian tak bersama chingu chingu yang lain? . aku pun mencoba mendekatinya. “Annyeonghasseyo oppa..” kata ku mendekati nya. Ia menatapku sekilas dan kembali membaca sebuah buku. “bolehkah aku duduk di samping mu?” tanya ku. Namja itu hanya terdiam tak merespon ku. aku pun berdiri di depan nya , ia menatap ku dengan tatapan aneh . “ne.. kau boleh duduk..” kata namja itu. Aku pun duduk di sebelah nya. “oppa.. kenapa kau disini?” tanya ku. “memang nya ini tempat mu? Memang nya salah jika aku berada di sini? Oeh?” kata namja itu dingin. “a..ani.. bukan itu maksudku..bukan maksud ku untuk membuat mu marah oppa..” kata ku dengan air mata. Namja itu menatap ku. “mwo? Waeyo? Kenapa kau menangis?”tanya nya heran. “mianhae..oppa” kata ku tambah terisak.”ah.. sudahlah cepat hentikan tangis mu.. apakau tahu? Semua nya jadi melihat kearah kita tahu!!” kata nya salah tingkah. “hm… ne ngomong ngomong siapa nama mu oppa?” kata ku menghapus airmata ku. “hah~ kau ini aneh..tiba tiba menanyakan namaku …” kata namja itu. “ Lee sungmin imneeda..” lanjut nya, Aku menatap nya tersenyum begitu manis. Hati ku terasa begitu bahagia dan juga sedikit sedih. Kenapa baru sekarang aku mengenal namja ini?. Namja itu terdiam dan menatap ku. “tersenyumlah.. jangan seperti itu ..” kata nya lembut. Aku menatapnya sekali lagi hati ku terasa sangat senang , entah kenapa aku ingin terus bersama nya“eunggg .. oppa..” kata ku. “ne..” kata nya melihat buku bacaan nya lagi. “kenapa tidak bersama chingudeul yang lain?” tanyaku. “chingu?? Hm.. ani aku tak punya chingu..  aku malas berbicara dengan mereka..jadi ku putuskan untuk tidak terlalu mendekati mereka ..” jawab sungmin oppa. “jinjja?” kata ku tak percaya. Ternyata ia juga tak memiliki teman. “ Bagaimana dengan mu?” kata nya menatapku.”eungg … aku .. aku juga tak punya chingu…” kata ku menundukkan kepalaku. “wah… kita sama.. salam kenal yoeja tak punya chingu … aku adalah namja yang tak punya chingu juga haha” gurau nya menjabat tanganku. Tangan nya begitu halus dan begitu hangat. Tiba tiba Suara bel sekolah berbunyi tanda mulai jam pelajaran lagi. “Mwo? Cepat sekali masuk nya? Oeh~” kata nya mengeluh. “sebaiknya kita masuk ke kelas oppa… “ kata ku. “ne.. aku pergi… jaga diri mu baik baik ya.. Shekyung…” kata nya pamit dan berlari menuju sekolah bagian timur tempat dimana ruang musik berada. Aku pun segera menuju ruang seni lukis.

                Pulangnya. Di depan gerbang sekolah. Aku menunggu Dongho tapi ia belum juga datang. Kemana ia ?? sekolah sudah hampir sepi. Aku melihat sosok seorang Namja yang baru hari ini aku mengetahui namanya , Lee Sungmin oppa. Ku lihat ia melihat ke arah ku dan tersenyum dari kejauhan. Wajah ku berubah memerah. Baru pertama kali nya aku merasakan perasan seperti ini. jantung ku terasa berdetak kencang, kenapa dengan ku?. Aku bertanya tanya dalam hati. Ku palingkan wajahku dari nya. “Noona??” tanya seseorang , menepuk bahu ku. Suaranya ku kenali, kupun melihat kearah orang yang menepukkudari belakang. “dongho-ah..” kata ku melihat adik manis ku.”sedang apa? Mianhae telah membuat mu menunggu lama..” kata Dongho melihat ku dengan senyum.ku mencoba mendapati sosok sungmin oppa lagi. tapi sepertinya sungmin oppa sudah pergi. “noona?? Lihat apa?? Apakah kau mencari seseorang ??”Tanya adik ku. “eung.. ani…aja dorayo,,”kata ku. Kami pun melangkah pergi.

                Di kamar.
Aku dan dongho dikamar. “dong-ah …” kata ku mengenakan masker di wajah . “ne.. noona..” kata dongho ikut ikut’an memakai masker wajah. “ bagaimana kabar mu?” tanyaku. “ seperti biasanya kabarku baik.” Kata Dongho.“ aniya. Bukan itu. Maksudku sekolahmu.” Jelasku. “ kabar sekolahku baik. Aku di traktir lagi oleh Soengsanim karna mendapat nilai tertinggi lagi” kata Dongho tersenyum. “ huss… hati – hati masker mu bisa rusak. Kau tak maukan jika muka mudamu itu ada keriput?” kataku. “ ne. tentu saja aku tak mau. Bagaimana sekolah Noona?” tanya Dongho kepadaku. “ cukup baik.” Kataku tersenyum. “ hati-hati Noona dengan maskermu…” canda Dongho. “ aishh… aku lupa. Apakah masih baik- baik saja?” tanyaku takut maskerku rusak. “ Ne… ngomong –ngomong tak seperti biasanya Noona akan menjawab ‘ sama seperti hari kemarin’?” kata Dongho. “eh… Ne. hari ini berbeda tidak sama. Aku mempunyai Chingu baru.” Kataku. “Jinjja!!!?? Horee!!” kata Dongho melompat kegirangan. “ hey! Jangan seperti itu ingat masker mu!” kataku mengingatkan. “ tak apa. Aku tak peduli dengan maskerku lagi. Aku lagi senang.” Kata Dongho. “Ya, sudah. Kalau begitu ayo kita cuci saja masker kita.” Kata ku mengajaknya karna takut masker adikku akan merusak wajah tampannya itu. Ia pun mengikuti ke kamar mandi untuk mencunci muka. “ Noona… Siapa dia? Baik/ tidak? Namja/ bukan? Siapa namanya? Di mana sekolah dan alamatnya? Apa kesukaannya? Kenapa kalian bisa menjadi berteman? Terus… siapa dulu yang bicara?” Tanya adikku yang telah mencuci mukanya. “ Aishh… seperti biasanya kau banyak bertanya. Satu –satu Noona tak bisa menjawabnya langsung.” Kataku. Ia hanya tersenyum. “ dia seorang namja. Aku duluan yang mengajaknya bicara. Aku baru tahu siapa namanya jadi aku tak tahu seperti apa dia. Namanya Lee Sungmin. Aku bertemu dengannya di ruang musik mungkin dia satu sekolah dengan kita.” Jawabku. “ seperti apa dia? Apa tampan? Manis? Imut? Tinggi? / pendek?” pertanyaan Dongho lagi –lagi menyerangku. “ kau ini… kenapa terus bertanya.” Kataku sedikit tertawa. “ ayolah Noona`~~” rengeknya. “ kau pernah lihat lukisan yang ku bawa kemarin bukan? Itu dia.” Jawabku. “eoh~~~ tampan juga dia. Ini yang terakhir dan yang paling penting…” ucap Dongho. Aku hanya menatapnya. “ apa Noona menyukainya?” tanya Dongho dengan tatapan nakal. “Aishhhh…. Tau apa kau anak kecil.” Kataku memalingkan wajahnya. “ aku lebih tau cinta dari pada Noona. Jadi yang anak kecil itu Noona.” Canda Dongho. “ Sudah sana tidur! Sudah malam” perintahku. Dongho pun tersenyum melihatku. “Siap!! Komandan!” candanya memberi hormat. Lalu belari pergi. Aku hanya dapat tertawa. “ apa aku menyukainya?” kataku dalam hati sambil menatap bayangan ku di cermin.
               

@ Donho Pov
                Berminggu-minggu berlalu. Noona selalu saja menceritakan Namja yang sama sekali belum ku lihat rupanya. Lee Sungmin. Aku pun berusaha mencarinya di sekolah. Aku bertanya tentangnya kepada Chingudeul tetapi mereka hanya tertawa dan menganngapku aneh. Kenapa jadi begini? Aku mengamati setiap kelas bidang musik melihat satu persatu Namja. Tapi tak ada yang sama wajahnya. Yang ada Syeo min bukan Sung min lagi pula wajahnya mereka sangatlah berbeda. Aku sedikit khawatir dengan kakak ku.. karna chingu dikelas nya selau mengejeknya dan memintanya untuk memperlihatkan siapa Lee sungmin itu. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada noona ku. Dia membuatku semakin khawatir. Dia benar benar tampak aneh , bukan nya aku tidak senang melihat noona kubahagia tapi.. jika seperti ini… banyak kejadian yang membuatku benar benar tidak yakin dengan keberadaan Lee SungMin.
                Pada suatu hari aku pun mencoba untuk menanyakan tentang Namja yang bernama Lee sungmin.
Jam  03:30 PM . di dapur. “eunggg.. noona?” kata ku sambil memotong buah pir. “ne.. ada apa?” jawab nya merespon. “eung.. tentang sungmin Hyung..” kata ku memberanikan diri untuk bertanya. “owh iya.. kemarin ia bilang, ia mau datang ke rumah kita..” kata nya tersenyum. “oottokeh??” kata ku tersenyum juga. “ne.. tentu..” kata nya.

                ESOK hari.
Jam menunjukkan pukul setengah empat sore. “aku pulang… “ terdengar suara noona dari luar dan memasuki rumah. “ah noona kau sudah pulang..” kata ku girang dan beranjak dari sofá . “ne.. dong-ah..” kata nya. Aku melihat noona yang dari tadi tersenyum senyum sendiri. Dimana sungmin hyung? Katanya ia mau datang? Tapi kenapa aku mendapatkan kakak datang sendirian? . “eungg. Noona?” tanyaku. “ne..” kata Noona melihatku. “dimana Sungmin hyung ??” tanya ku melihat noona. “hey, kau becanda ya? Apakah kau tak melihat nya? “ kata noonaku melihat ke     arah kanan nya, dengan senyum yang tak lepas dari wajah nya. “….” Aku terdiam, tak ada siapapun yang sedang berdiri di hadapan ku kecuali kakak ku sendiri. Apa mata ku bermasalah ??. “dong-ah noona mau keatas dulu ya.. kalau kamu ada PR kerjakan.. kalau tidak bisa kau boleh bertanya sama noona…” kata noona melangkah menaiki tangga.”ayo sungmin oppa” kata noona mengajak seseorang yang memang aku tak lihat. Apakah mata kubermasalah? Akupun mengusap mata ku. Tapi seperti nya aku memang tak melihat siapapun kecuali noona. Sepertinya aku harus priksa mataku. Setelah beberapa menit. Aku membawakan 2 minuman ke kamar noona , walau sesungguhnya aku tidak yakin apakah aku memang harus membawa 2 minuman.”noona.. “ kata ku mengetuk pintu kamar noona.” Ne masuk saja dong-ah ,,,” kata noona. Aku pun masuk ke kamar noona. Tapi benar benar tak ada chingu noona disana. Apa yang harus ku lakukan? “eungg.. silahkan diminum ,, sungmin hyung (¿)” kata ku salah tingkah. Kenapa aku harus bersikap seperti ini? aku saja tak melihat sungmin hyung di kamar noona?? Aku jadi semakin bingung.
                Dan esok nya setelah kejadian kemarin aku pun pergi ke dokter mata,dan hasil nya. “Jadi? Mata ku baik baik saja dok?” kata ku heran.” Ne…” jawab si dokter. “lalu.. bagaimana dengan namja yang bernama Lee SungMin? Kenapa aku tak dapat melihat nya?” tanya ku.” Jika memang ada namja chingu noona mu itu.. kau pasti dapat melihat nya…” kata dokter. “Apa maksud dokter?” Tanya ku tak paham. “Maksud ku adalah mata mu sama sekali tak bermasalah… jika bukan khayalan atau semacamnya kau pasti bisa melihat namja yang bernama Lee SungMin itu..” kata dokter.” Jadi.. maksud dokter ,, naui noona , mengkhayal?” Tanya ku dengan ragu.” Ne.. sepertinya begitu.. mungkin ada yang aneh dengan noona mu..” kata dokter.” Apa maksud dokter!!? Tidak mungkin noona ku mengkhayal seperti itu!!” kata ku sidikit marah. Entah kenapa aku merasa kesal ketika dokter itu berkata bahwa noona ku itu hanya mengkhayalkan sosok Lee SungMin. “Mianhae .. bukan maksud ku menyindir noona mu.. aku hanya memberi tahu mu .. mungkin noona mu punya sedikit masalah..” kata si dokter. “Ani … tidak mungkin noona ku mengkhayalkan seseorang yang memang tak ada!!” kata ku , akupun keluar dari ruangan itu dan bergegas pulang.
                Aku hanya dapat melihat noona ku , dan memang tampak begitu aneh? Tapi … Aku benar benar mengharapkan sosok Lee SungMin itu… sosok yang membuat noona menjadi bahagia sosok yang bisa menerima noona apa adanya. Mungkinkah memang noona ku yang mengkhayal? Ya , tuhan kenapa hal ini harus terjadi pada noona ku?. aku hanya dapat berpura pura melihat namja yang bernama Lee SungMin itu. Berpura pura tertawa pada saat namja itu berkomedi , padahal tak ada hal yang bisa di tertawakan.
                Malam hari “ah~~ dong-ah..” kata noona memanggil ku.” Ne.. noona  ada apa?” kataku.”akhir nya aku bisa juga menghapal lagu buatan Lee SungMin oppa..” kata noona ku girang.”ah.. ne ” kata ku tersenyum tipis. Padahal aku yakin betul lagu yang dihapal oleh noona bukan lah buatan sungmin hyung melainkan noona sendiri yang mencari nada lagu nya di setiap malam dengan menggunakan piano yang baru di beli 1 minggu yang lalu. “itu bagus.. Apa judulnya?” tanyaku. “Melody love …” kata noonaku dengan suara yang lembut.” Aku suka judulnya..” kata ku tersenyum.” Hm..dong-ah..” kata noona bergumam.” Ne..” kata ku merespon.”sepertinya … aku mulai suka dengan Lee sungmin oppa,,,”jelas noonaku malu malu. MWO??. “o…ottokkeh??” kata ku tak percaya.” Ne.. aku mulai menyukainya saat pertama kali bertemu.. dan sekarang aku merasakan jatuh cinta padanya..” kata Nonna.”andwae .. noona tida boleh bersamanya..” kata ku menundukkan kepala. “ mwo? Waeyo?” tanya nya kepada  ku. Aku harus jawab apa? Apakah aku harus bilang bahwa’ LeeSungMin adalah khayalan noona jadi lupakalah..’ (¿) itu tampak begitu kejam bagi ku… ataukah aku harus bilang ‘ Jangan berpikir yang tidak tidak noona.. orang yang seperti Dia tak pantas untuk noona… tinggalkan saja dia…’ jawaban itu tampak aneh?.” Dong-ah??” Tanya noona melihat wajahku yang sedang kebingungan.” Ah.. ne… itu karna aku masih belum siap untuk ditinggalkan oleh noona..” kata ku.” ah.. kau ini.. kau itu sudah besar pasti bisa bertahan tanpa noona.. kau kan namja… lagi pula , noona tidak mungkin meninggalkan naui Aegyo saeng ~~” kata noona memelukku.” Ah.. ne arra…” kata ku. Aduh,… Shin DongHo!!! Kenapa kau tak berkata yang seujujurnya saja!! Bahwa noona mu itu benar benar mengkhayal!! Dan Lee Sungmin itu benar benar tidak ada!!
                Karna penasaran aku mencoba untuk mencari identitas sosok Lee SungMin , Dan akhirnya pun aku menemukan alamat rumah Lee SungMin. “Jadi?? SungMin hyung itu … benar benar nyata??” kata ku tak percaya sambil melihat rumah yang sudah usang seperti habis kebakaran. “Annyeonghasseyo??” kata ku.” Hey.. anak muda ..kau mencari siapa??” tanya seorang hajumma. “ah… saya sedang mencari seseorang yang bernama Lee SungMin..” kata ku.” Lee sungmin? Apakah kau temannya?” tanya hajumma itu menatap ku dengan aneh.” Ne.. lee sungmin.. ia chingu dari naui noona” kata ku tersenyum.” Ah.. entahlah , apakah kau benar benar yakin ini rumahnya? Mungkin kau salah alamat..”kata hajumma. “apa maksud hajumma??aku yakin ini alamat nya” tanyaku tak paham , dan menunjukkan secarik kertas dengan alamat rumah.” Ah..apakah anda yakin?” tanya nya sekali lagi dengan tatapan aneh.” Ne.. memang nya ada apa hajuma..” tanyaku lagi.” pemilik rumah ini..sudah lama meninggal.. mereka sekeluarga meninggal karna kebakaran..” kata hajumma.” Mwo!!? Jinjja!!?” kata ku kaget.” Ne.. Lee Sung min adalah putra dari keluarga Lee.. kejadian ini terjadi 2 tahun yang lalu“ kata hajumma tersebut menjelaskan.” Jinjja??” kata ku menjatuhkan diriku.” Gwaenchannayo??” kata nya melihatku. “ne… gwaennchanna..” kataku. Tidak mungkin… Lee SungMin… jadi , sebenarnya apa yang terjadi?? Apakah aku harus memberitahu ini semua pada noona??.” Kamsaneeda atas informasi nya hajumma..” kata ku membungkukkan badan.” Ne.. cheonma..” katanya. Aku pun pulang dengan air mata. Apa yang harus ku katakan pada noona?? Aku tak mau membuatnya menderita… ataupun sedih..
                @ She Kyung POV
                Hari ini sangat menyenangkan karna Sungmin mengajakku kencan. Di sebuah taman aku pun duduk bersamanya. “ Shin-ssi…” katanya lembut. “Ne. Ada apa Oppa?” tanyaku. “aku ingin melamarmu.” Katanya mengeluarkan sebuah cincin permata. Aku hanya terharu tak dapat berkata apa –apa. “ maukah kau?” tanya dengan mata yan berkaca. “ aku akan tanyakan dulu pada Dongho…” kataku tersenyum malu.

                Di rumah “ Aku tidak setuju!!!” bentak Dongho. Tak pernah ku lihat dia marah seperti ini.“ kau ini kenapa!? Bukankah kau menyukainya? Lagi pula Noona tak akan pergi meninggalkan mu.” Kataku berusaha menyakinkannya. “ani. Bukan itu.” Katanya pelan. “ Lalu kenapa? Apa dia memarahi mu? Sampai kau tak suka dia?” kata ku cemas. Dia hanya diam. “… walau tak mungkin begitu aku akan tetap membela mu.” Kataku meraih kedua tangannya. Wajahnya masih saja tertunduk. Aku sangat khawatir dengannya. Kenapa dia seperti ini? “Ani… bukan itu. Mana mungkin orang yang tak ada bisa memarahiku” katanya masih tertunduk.  “Mwo? Apa maksudmu Dongho?” tanyaku terkejut. “Cepat lihat aku!!” kataku sedikit membentak. Air mata ku sudah di penuhi air mata karna takut. Ia pun melihatku dengan menangis. “dia tak ada. Dia hanya khayalan mu. Sudah hentikan Noona.” Kata Dongho dengan pilu. “ hentikan! Jangan bicara lagi!” kataku membentaknya. “ kumohon Noona! Jangan seperti ini lagi! Lee Sungmin memang ada tapi dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu!” kata Dongho dengan nada tinggi. “Cukup! Shin Dongho beraninya kau membentak Noona mu! Cepat masuk kamarmu!!” kataku marah. Dia terdiam sejenak lalu berlari ke kamarnya. Aku pun terjatuh dan menangis. Aku pun teringat dengan Sungmin. Aku berlari keluar beniat mencari Sungmin.
                “ OPPA!! Dimana kau!?” kataku memanggilnya. Aku terus mencarinya entah kemana.



@ Dongho POV.
               
                Aku menuju ke kamar Noona dengan perlahan. Tercium aroma Khas Noona. Membuatku napasku terasa sesak karna telah membuatnya manangis. Aku temukan sebuah buku diary miliknya, aku mengambil nya dan membaca beberapa lembar dari buku tersebut. Ternyata Noona pernah bertemu dengan Lee Sungmin. Tapi 3 tahun yang lalu. Rasa penasaran membuatku membaca lembar yang lainnya.

Untuk pertama kalinya aku bertemu orang lain yang tersenyum
Semenjak kematian orang tuaku. Aku sangat senang. Nama nya
Lee Sungmin terlihat dari tanda pengenalnya. Sepertinya ia lebih tua dariku.
Gomawo Oppa
Esoknya aku melihatnya di jalan dan mengikutinya dari belakang.
Akhirnya aku temukan Alamat Rumahnya. Dia benar –benar begitu tampan apa aku menyukainya?
Sudah 2 tahun aku tak melanjutkan Diary. Dan ini pertama kalinya lagi., Hari ini aku mandengar alunan music yang pilu.
Rasanya seperti dia memanggilku, aku pun mencari suara tersebut. Aku melihatnya., tetapi kenapa dia pergi begitu saja?
Dan akhirnya kita berteman. Namanya Lee Sungmin.
Dia sungguh orang yang baik.
Dia mengajari kubanyak hal. Tentang kehidupan dan music. Kami membuat sebuah lagu yang di beri nama “ Melody Love”.
Dan pada saat itu aku mengetahui bahwa aku benar –benar mencintainya.


Aku menemukan sebuah surat di bagian terakhir buku. Yang tetulis untuk “ Shin She Kyung” dan dari…. Mataku mencari nama sang penulis an ternyata ia adalah. “Lee Sungmin!!!”. Aku hanya terdiam. Jika Sungmin adalah khayalan Noona lalu apa ini? surat? Apa ini tulisan Noona saja. Tapi aku sangat mengenal tulisan Noona ku. Ini bukan tulisannya. Apa ada dua Sungmin yang bertemu dengannya? Aku pun melanjutkan bacaku di lembar terakhir.

Hari ini adalah hari yang membahagiakan ia melamarku (¿) aku sangat terharu sampai tak dapat berkata apa –apa. Ia memberiku sebuah cincin permata yang sangat indah. Walau hal itu tak sebanding dengan nya  aku pun berniat memberi tahu Dongho malam ini… aku penasaran apa reaksinya…???? Ku harap dia bisa menerimanya.

Aku teringat tentang cincin yang di perlihatkan Noona saat ia menceritakan bahwa ia di lamar Sungmin. Aisshhh!! Sepertinya aku yang salah. Aku pun keluar karna ingin meminta maaf. “ Noona?” kataku sedikit berbisik. Keluar dari kamar Noona ku. Tapi ku tak melihat Noona sama sekali. “ Noona!?” teriak ku mencari Noona di setiap beluk rumah kecilku. Ia tak ada. Air mataku mulai mengalir. Aku pun belari mencarinya diluar. Langkah ku terhenti ketika melihatnya di sebuah jalan. “Noona!!” kata ku dengan senyum karna berhasil menemukannya , ia sendang berjalan menyebrangi jalan raya. Tiba –tiba ada mobil melaju cepat kearah nya noona hanya menoleh ke arah mobil. BUUKKK! Mobil itu menabrak nya” Noona!!! “ kata ku spontan berlari menghampiri noonaku yang kini sudah terbaring di aspal dengan penuh darah.” noona mianhae ..“ kata ku memeluknya.” Dong-ah ….” Kata nya pelan dan langsung pingsan.
                @Rumahsakit
Aku terdiam menatap noona ku yang sedang terbaring di kasur berlapis seprai biru itu. Dia tampak tenang, tak terlihat satu kesedihan dari raut wajahnya atau pun sebuah senyuman yang biasanya menghiasi wajah nya. Aku merasa bersalah , aku meresa sedih .” noona … bangunlah, maafkan aku bukan maksudku untuk membuat mu menjadi seperti ini…” kata ku memegang tangan nya yang terasa dingin.
Sudah seminggu kakak ku masih terbaring disana. Aku sungguh mengkhawatirkannya.” Noona… kenapa kau terus tidur seperti ini? Katamu.. aku tidak boleh tidur terlalu lama karna itu membuatmu menjadi malas.. jika kau seperti ini… bukankah kau yang menjadi pemalas nya? Noona tak suka dipanggil sebagai seorang pemalaskan? Jadi bangunlah…” kata ku. Aku terdiam menatapnya. “kau masih marah ya?” kata ku tersenyum tipis.
Saat aku keluar untuk membeli roti untuk aku makan, aku melihat seorang namja yang wajah nya yang pernah ku kenali.. “dia…. Lee SungMin!!??” kata ku mencermati. Aku pun berlari mencoba mengejarnya tapi sayangnya dia sudah pergi menaiki taxi. Aku pun langsung bergegas berlari menuju ruang kamar inap noonaku. Ku lihat tidak ada noona disana, aku pun berniat mencarinya saat ku berbalik noona sudah berada tepat di depanku. “noona …”kata ku menangis.” Ada apa? Kemana saja kau??” Tanya nya dengan senyum.” Seharus nya aku yang  bertanya begitu!!” rengekku.” Ah, sudahlah… jangan menangis lagi.. ada apa dong-ah?” kata nya menatapku.” Aku … aku tadi melihat SungMin hyung…” kata ku tersenyum.” Aku sudah tahu kok..” katanya.” Tahu?” Tanya ku tak mengerti.” Ne.. dia baru saja selesai menjenguk ku tadi..” kata noona.” Jinnjayo?” tanya ku heran.” Ini… ini buktinya “ kata kakak ku menunjuk kan sekeranjang buah. “a…” kataku bingung. Aku sungguh tidak paham sebenarnya apa yang telah terjadi?
@AUTHOR POV
“aku sungguh lega setelah melihat nya..” kata seorang namja yang tersenyum lega di dalam taxi. “siapa nama yoeja manis itu??” Tanya umma.” Shin SheKyung … naui yoeja..” katanya Sungmin menjawab sambil memperhatikan lirik melody love miliknya dan shekyung.
Melody Love :
ku yang takut kau kan menghilang ,
 bagai khayalan dirimu itu … MELODI cinta.. yang selalu ada.. iringi setiap langkahku..
senyum mu menyemangati diriku,
 tawa mu menbuat seakan tak ada sebuah penderitaan.
Kau berkata seakan semua nya kan baik saja..
Ku ingin menggenggam mu, dekap tangan mu yang hangat dan lembut…
Cinta… diriku , hatiku … For you ..

Kahasseo



KAHASSEYO !!

 Tahun 2013
*Tille               : KAHASSEYO!!
*Author          : JJwels
*Rating           : PG+13
*Genre            : Sad , Romance
*Cast               : *Cho Kyu Hyun




Annyeonghasseyo ^_^ ini adalah fanfiction buatan ku sendiri ^_^
Gak usah lama lama deh ,,,  ^_^ pesan dari atuthor >> NO BASH PLEASE Dont forget RCL dont COPAs w/ out permission !!!! And Happy Read ~~!


            Tak di sangka kini ia jadi milikku. Selama ini, kupikir orang seperti diri nya tak mungkin bersama yoeja Phabo seperti ku. Ah... Kurasa inilah keagungan takdir dan Cinta… Apa pun bisa terjadi
Cinta _itu indah , penuh warna dan begitu hangat. Naui namja sarangeul…

            @Jalan pegunungan_Mobil
“Oppa ...” Tanya wanita yang akrab di panggil Hyena. "Ne..?” Jawab Namja bernama Cho Kyu Hyun. "Hm… tak ku sangka akhirnya kita dapat menikmati bulan madu~~" kata Hyena dengan mengeluarkan jemari nya keluar jendela dan membiarkan udara malam menghembus mengenai jemarinya.
"Hey... Yoboe, jangan keluarkan jemari mu. Itu berbahaya,” nasehat Kyu Hyun pada Hyena. "Oeh..? Ani, ini tidaklah berbahaya…” Kata Hyena, menghiraukan kata kata Kyu Hyun.   
 "Bagaimana jika ada mobil yang melintas ?? Dan mengenai tangan mu?” Tanya Kyu Hyun. "Mobil? Ah disini, sedang sepi oppa...Lagi pula hari ini bukanlah hari libur..jadi tak mungkin ada mobil, dan yang kedua.. sekarang jam 3 pagi..”kata Hyena.” Oeh… kau ini .. sekarang aku adalah suami mu .. jadi turuti saja nasehat baik ku ini..” kata Kyu Hyun.”oeh,, ne kureom oppa..” kata Hyena memasukkan tangannya. Hyena menatap Kyu Hyun sejenak yang terdiam menatap Kyu Hyun dalam .” ada apa?? “ tanya Kyu Hyun melihat Hyena yang kini sudah menjadi istri nya.”Hm.. oppa??” kata Hyena” ne? ” kata Kyu Hyun dengan pandangan masih menuju jalan raya.

POV_ Hyena
            “ … Semua nya yang terjadi hari ini… tak pernah ku bayangkan sebelumnya. Hidup bersamanya, dan aku sungguh berharap dapat hidup bersama nya selamanya. Apalagi jika akhirnya ajal mendekat, aku ingin untuk terakhir kalinya ,ku dapat melihatnya tersenyum…..” kata ku dalam hati sambil menatap kearah luar jendela. ”oeh.. kau ini.. sekarang aku adalah suami mu.. jadi turuti saja nasehat baikku ini..” katanya menasehati ku lagi. Jujur saja suamiku benar benar sangat bawel di bandingkan  Umma ku sendiri .” Ne…oppa” kata ku memasukan kedua tangan. Ku tatap dia , aku masih tidak dapat percaya kalau dia sudah menjadi suami ku. Mengingat kenangan ku dengan dia di saat kami belum menjalani tali pernikahan .


            _FLASH_BACK! _
“hey kau!! Kau pikir ia akan menjadi suami mu apa!!!? coba kau pikirkan lagi!!!” kata Ummaku berteriak padaku yang sedang frustasi , dan menyendiri di dalam kamar.” Kenapa umma?? Memang nya aku salah jika mengharapkan nya!!?? Memangnya gadis biasa seperti ku tidak boleh mencintai seorang Namja yang bernama Cho Kyu Hyun!!!?” kata ku tidak kalah tinggi dengan suara Umma. “AISHHH! Anak ini… keluar kau!!!” kata Umma mengedor pintu kamar ku dengan keras.” Ani!!! Andwae!!!”  kata ku pilu dengan air mata.” Ah!!! Terserah kau saja Umma tak kan peduli lagi ! dasar yoeja Phabo!” kata Umma.” Sudahlah Yoboe… jangan seperti itu, itu tidak baik.. sebaiknya kau istirahat saja .. masalah Hyena biar aku yang akan berbicara dengan nya secara baik baik..” terdengar suara Appa yang terdengar lembut.”ne … kureom..” kata Umma pelan dan melangkah pergi.”aku … aku benci dia!!!!!” kataku dengan wajah yang di tutupi oleh bantal kesayangan ku bergambar Cho Kyu Hyun.”AKKKKHHHH!!!!!!!!!!!!!!”teriak ku lagi.TOK tok. Suara pintu kamarku yang diketuk”Nugu-ya????” kataku pelan dengan wajah tetap pada tumpukkan bantal.”Ini MR. Joon hyoon” kata suara namja terdengar dengan lembut yang jelas ia adalah Appaku.” Ada apa Appa??” kataku pelan.” Ada Cho Kyu Hyun…” kata Appa.” Jinjja!!??” kata ku tak percaya dan bangkit dari kasur.KLEKKK. aku pun membukakan pintu.” Di sini Cho Kyu Hyun…” kata Appa dengan wajah di tutupi dengan bantal cho Kyu Hyun ku.”Ah, Appa.. aku kira…” kataku terdiam lagi rasa nya aku enggan untuk mengatakan Nama Cho Kyu Hyun.” Ah .. memang nya salah jika Appa yang datang ya?? Kenapa diam begitu…?” kata Appa menatap ku .” Appa.. tak usah menjadi dia untuk dapat menghiburku…” kataku lemas.” Hey kau.. seharusnya kau bersyukur punya keluarga yang masih peduli dengan mu…”kata naui Oppa melangkah kearahku.” Oppa …” kataku pelan menatap namja yang beda  hanya 2 tahun dariku naui oppa Jejoon .” Ah appa mu ini.. tidak kalah tampan dari siapa nama nya.. hm.. Cho.. CHoi??kyu.. siapa namanya??” kata Jejoon oppa pura pura tak tahu nama cho Kyu Hyun.” Cho Kyu Hyun …oppa” kataku membenarkan.” Ne… itulah, kau tahu?? Appa mu ini…” katanya menepuk bahu ku.” Adalah appa yang yang paling tampan dan paling baik di dunia.. bersyukurlah..” kata Jejoon oppa.” Sudahlah… jangan memuji appa seperti ini..” kata appa dengan wajah memerah.” Jejoon oppa…” kataku pelan.” Mwo? gwaennchannayo?” kata nya menatapku lagi

.”Sudahlah ..jangan seperti ini… mianhae… aku tetap tak bisa menerima mu..”kata ku pelan.” Ughh?” kata Jejoon oppa.” Mwo? Sebenarnya apa maksud mu??”kata appa tak paham.eh ¿?? Kenapa aku bilang seperti ini?? seharusnya ini jadi rahasia aku , Kyu Hyun dan jejoon oppa!!?? Aish.. ini semua karna gejala penolakkan cinta ku yang berkali kali , yang membuatku menjadi tak tahu akan berbicara apa? Yoeja phabo!!! “ah itu…” kata ku sebelum aku melanjutkan kata kataku jejoon oppa memotong kata kata ku.” Ah… sudahlah…  owh ya..”kata jejoon oppa  tediam sejenak menaruh tangan nya di atas kepala ku .”masih membenci Cho Kyu Hyun???” kata jejoon oppa melanjutkan kata katanya dengan senyum manis khas nya.” Te… tentu saja!! Aku sangat membencinya” kata ku tegas. Sesungguh nya aku bohong padahal aku sungguh ingin benar benar hidup bersama Kyu Hyun oppa.” Ah sayang sekali.. Kyu Hyun… Dia tidak mau lagi mengejar mu .. berarti yoeja phabo ini tak mau menerimamu…”  teriak jejoon oppa.” Mwo ¿ maksud oppa??”kata ku tak paham.” Yah.. tak ku sangka jauh jauh kesini akhir nya hanya mendengar  seorang yoeja phabo berkata ia benci aku  ..” kata seseorang melangkahkan kaki nya menaiki tangga . “ O…oppa !!?? ” kataku tak percaya melihat seorang namja idamanku dan sekaligus seorang Namja yang membuatku frustasi sampai seperti ini karna beribu ribu kali ia menolak cintaku dengan perkataannya yang evil.” Ah .. menurut mu siapa lagi oeh??” kata Cho Kyu Hyun oppa.” Kyu Hyun oppa.. “ kataku meneteskan airmata.” Jangan menangis seperti itu!! Kau jadi kelihatan jelek tahu!! Ya kan Kyu Hyun?” kata jejoon oppa bertanya pada Kyu Hyun.” Hm … ne.. kau terlihat buruk hari ini… kenapa dengan mu ¿? Apa yang terjadi?” tanya Kyu Hyun oppa mendekatiku. ” Ini semua karna kau oppa!!” kata ku memukul dada Kyu Hyun dengan pelan dan air mataku pun mengalir lagi. “Jadi.. kau cho Kyu Hyun..” kata Appa melihat kearah Kyu Hyun dengan membandingkan wajah Kyu Hyun dengan gambar yang ada di bantal. “ Ah ne.. Kyu Hyun imneeda..” kata Kyu Hyun oppa membungkukkan badannya.” Hapus air matamu..” kata jejoon oppa memberikan tisue padaku. Aku menatapnya tampak matanya menatap dalam kepadaku.” Oppa.. gomawo” kataku mengambil tisue.” Nah sekarang.. kami tinggalkan kalian berdua ya.. kajja appa!!” kata jejoon oppa mengajak appa.”ne..” kata appa tersenyum.” Cho Kyu Hyun.. jangan apa apa kan naui Dongsaeng ya! dan kau Hyena! Jangan berbuat macam macam!! Ingat itu ” kata jejoon oppa tersenyum.


FLASH_BLACK_end
“oppa…” kataku pelan.” Ne ?? ada apa?” tanya nya.” Aku… aku mau menyetir..” kataku. “kau?? Memang nya ada apa yoboe?”tanyanya menatapku sekilas. “aku takut…” kataku terdiam. “takut? Kenapa harus takut? Kau takut mati jika aku yang menyetir?? Tenang saja.. hal itu tak akan terjadi.. aku kan sudah punya SIM ” candanya dengan senyum.”ah .. bukan begitu oppa.. tapi karna aku takut kau kelelahan..” kataku. “Ah.. kureom..” kataKyu Hyun menghentikan mobil.

          _POV AUTHOR
          Mereka pun bertukar tempat. “oppa..” kata Hyena menjalankan mobil. “ ada apa?? kenapa memanggilku terus??”tanya Kyu Hyun. “ah..mianhae jika aku membuatmu menjadi terasa terusik.. jika kau lelah tidurlah …” kata Hyena merasa bersalah. Sebenar nya Hyena ingin mengatakan bahwa ia merasa akan ada hal buruk terjadi karna firasat nya tidaklah enak. “Ani.. andwe.. aku tak mau tidur” kata Kyu Hyun menolak. “kenapa begitu??” Tanya Hyena. “Karna .. aku ingin tetap terjaga bersama mu ..” kata Kyu Hyun. “kureom.. terserah kau saja.. tapi.. jika kau sudah merasa mengantuk jangan dipaksakan ya..” kata Hyena. “hm..”kata Kyu Hyun menyandarkan tubuhnya ke jok dengan posisi tidur. Tiba –tiba handphone Hyena berdering.” Hm.. nugguya??” kata Kyu Hyun melepaskan safety bath nya dan mengambil handphone di jok belakang.” Nugu ya??” tanya Hyena melihat sekilas Kyu Hyun. “ah..Yobosseo??” kata Kyu Hyun menjawab telepon. “ kau?? Kenapa kau yang mengangkatnya?” tanya si penelepon. “ah.. sedang dijalan..jika tak ada yang penting tolong matikan ..” kata Kyu Hyun. “nugu ya??” Tanya Hyena sekali lagi. “tolong berikan padanya..” kata si penelepon. “ah.. kureom.. nanti aku akan menyamapaikan pesan mu padanya..” kata Kyu Hyun sengaja untuk tidak menjawab kata kata si penelepon dengan benar. “kau! Berikan saja pada nya!!” kata sipenelepon mulai kesal. “ah… ne ,, aku Cho Kyu Hyun suami Hyena..” kata Kyu Hyun semakin tidak benar. “Aissh..orang ini..” kata si penelepon. “owh .. pai!!” kata Kyu Hyun mematikan handphone. “hey kau!!” kata sipenelepon tapi sayang nya Kyu Hyun sudah mamtikan handphone. “nugu ya??” kata Hyena bertanya lagi tuk sekian kali nya. “ini .. lihatlah..” kata Kyu Hyun memberikan Handphone. “ah.. JeJoon oppa..” kata Hyena melihat data panggilan masuk di handphonenya. “ne..” kata Kyu Hyun cuek. “dia.. dia tak ingin bicara dengan ku??” tanya Hyena.“ Ah ne.. kata nya ia takut mengganggu mu.. jadi ia hanya titip pesan.. kata nya aku ia berdoa untuk kelancaran acara pembukaan restaurant mu.. yang akan di adakan 10 hari lagi.. dan juga .. selamat berbulan madu..” kata Kyu Hyun. “jinjjayo??” kata Hyena.“Ne.. tentu saja begitu.. kau tidak percaya padaku.. aish.. yoeja ini..” kata Kyu Hyun.

            Di tikungan jalan tak di sangka oleh Hyena ternyata ada Truk yang melaju dengan cepat di jalan searah dengan jalan mobilnya. Cahaya nya menyilaukan, Hyena menekan klakson mobil. Tapi mobil truk tersebut tak berhenti. Dan … “ AKKKKHHHHH!!!” teriak keduanya. Mobil terbalik, dan terguling beberapa kali.


POV_Kyu Hyun
            Aku membuka mataku. Tubuhku terasa sakit sekali. Ku melihat sekeliling ,tubuhku terkapar di aspal. Ku lihat mobil ku yang terbalik di tengah jalan raya. Aku tak melihat Hyena. Jangan jangan!!. “Hyenah!” kata ku berusaha bangkit. Kakiku terasa sakit. Dengan darah yang keluar dari luka luka ku, aku berusaha bangkit . Walau jarak antara aku dengan mobil hanya 15 langkah , tapi rasa nya sangat sulit dengan kondisi tubuhku yang sekarang. “ Hyen-ah!!” kata ku berteriak memanggil namanya. Sekali lagi aku terjatuh di dekat mobil. “Akh..!” rintihku. Hyena? Kenapa kau tak menjawabku?. “Hyena.. gwaenchannayo??”tanyaku cemas, dan mencoba untuk masuk kedalam mobil. Kulihat Hyena pingsan dengan berusaha keras aku mencoba untuk masuk kedalam mobil. Walaupun ada serpihan kaca yang mengenai tubuhku, ku hiraukan.Yang terpenting saat ini .. aku harus menyelamatkan nya!!. “Hyena?? Sadar lah..” kataku dengan air mata, aku mengguncang gunguncangkan tubuh naui yoeja.


__AUTHOR__POv__
            Tak ada respon sama sekali.Hyena tetap memejamkan matanya.“Hyena…Ireona…” kata Kyu Hyun tak pasrah.Perasaan nya hati nya benar benar merasa takut. Kobaran api mulai memancar membakar bensin yang keluar.“Hye..na…Ireona…”suara serak Kyu Hyun dengan tangisan yang tak henti.Ia pun memeluk Hyena.“Ku mohon…”isak tangis yang tak terhenti terus melantun.Kyu Hyun pun mencoba membuka Safety bath Hyena. Namun entah kenapa Safety bath tersebut sulit dibuka. “Tuhan…”batin Kyu Hyun yang rasa cemas nya tak terbendung , Air mata mulai membasahi pipi nya dan mengenai pipi mungil Hyena . “Ehm…O..Oppa..”suara lembut Hyena yang sadar.“Hyena..”Ucap Kyu Hyun yang tampak senang sekali, walau masih tampak butiran air mata di seluk beluk matanya .“O..oppa..”kata Hyena pelan.“Ne…” kata Kyu Hyun menatap Hyena.“Gwenchannayo?”Tanya Hyena dengan air mata yang menetes.Ia menyadari kalau Kyu Hyun sedang terluka parah saat ini. “Gwenchanna..”jawab Kyu Hyun tersenyum manis.“…” . “”Jja kita keluar…”Ajak Kyu Hyun, Dan mencoba mencoba membuka Safety bath Hyena.“Uhh! Kenapa ini sulit sekali di buka!!?”gerutu Kyu Hyun, Ia pun segera mengambil serpihan cermin di sebelah nya dan mencoba memotong dengan kaca tersebut.Hyena menggeleng.“Ani…”suara sedih terpancar dari suara Hyena.Wajah yoeja itu sudah memucat karna kekurangan darah.Kyu Hyun tak mendengarkan kata kata Hyena, yang terpenting sekarang adalah Bagaimana ia dapat menyelamatkan Yoeja nya ini. 
“Oppa…Kumohon…Kahasseyo..”Kini tangis Hyena tak dapat terhenti.“Ani…sebentar lagi…Kau pasti bisa keluar dengan selamat…”Suara Kyu terdengar bergetar.“Oppa…tolong dengarkan…Kahasseyo… Tinggalkan aku kumohon…” Lagi lagi Kyu Hyun tidak merespon kata kata Hyena yang menyuruhnya untuk meninggalkannya. Kyu berusaha lebih cepat lagi untuk memotong Safety bath tersebut karna ia menyadari bahwa Api mulai membasar dan kapan saja siap menyambar membakar mereka.“Aish!”ringis Kyu dengan telapak tangan yang berdarah karna genggaman yang sangat kuat,Namun itu semua tidak menghentikan nya ia tetap berusaha dan mempererat genggamannya.tak ada kata yang terucap hanya tangisan yang bisa menghiasi mata Hyena.“Hajima….Jangan menangis…” ucap Kyu lembut dan masih mencoba memmotong Safety bath.“Kita akan selamat…Nae eul Yaksoyo…”kata Kyu mencoba tersenyum namun entah kenapa senyuman itu dihiasi oleh air matanya. “Kahasseyo…”lirih Hyena.



“Aniya…”jawab Kyu singkat.

Kyuhyun tidak menghentikan aktivitasnya, ia tidak peduli dengan keras kepala yoeja nya.“Kahasseyo Oppa…”Hyena memegang tangan Kyu.Kyu berhenti memotong Safety bath dan menatap Hyena.“Tenang lah… Kita berdua pasti selamat…”kata Kyu dengan senyum.Senyuman nya mungkin untuk membuat hati antara mereka berdua tenang namun, ia semua tidak dapat di tutupi rasa takut akan kematian tampak jelas terpancar di cahaya mata Kyu Hyun.“Oppa…”Hyena berkata dengan mata yang berkaca kaca.“ Ka… Kahasseyo… Jangan lakukan ini semua…”isak tangis Hyena masih terdengar tampak samar.“Ani…”jawab Kyu.“Oppa!!!Ku mohon!! Apa kau tuli!!??Dengarkan aku!jika kau masi hada disini…Kita…Kita semua akan Mati!!!”teriak Hyena pada Cho Kyu Hyun yang dari tadi masih serius dengan genggaman serpihan kaca.“Aniya!!!Tak kan ku biarkan semua itu..!!” kata Kyu Hyun membalas semua teriakan Hyena.“kau pikir begitu?Jika kita mati berdua seperti ini…Seumur hidup…Aku akan membenci mu…”ancam Hyena.

“Huh!Kau kira jika kau mati sekarang kau akan lakukan itu huh??Lagi pula aku yakin kau tak kan mampu lakukan itu ..”ejek Kyu Hyun.“Aku serius Oppa!!!!”bentak Hyena kesal.“….”Kyu hanya terdiam.“Aku membenci mu!!!!Aku sangat membenci mu!!Jika seperti ini!!!Ku mohon sekarang kau harus pergi!!!Aku tak mau kita berdua mati di sini!!seperti ini!!! Kenapa kau harus peduli padaku!!?Kenapa begitu?Bukankah sesungguhnya….Sesungguhnya kau tidaklah mencintai ku?kenapa harus begini?Kau mencinta Minsung bukan aku….Bukankah aku tidak berharga untuk mu? Pergilah…”Suara Hyena terdengar bergetar.“Ne…Aku memang mencintai Minsung… Kau memang bukan apa apa untuk ku…”Bisik Kyu pelan.Pupil kedua mata Hyena membesar.Ya, begitu menyakitkan mendengar seseorang yang kita cintai mencintai orang lain.“Baguslah…Jika memang begitu…Pergilah…”ucap Hyena pelan dan menahan perasaan sakit yang ia rasakan kini.Hyena tertunduk agar Kyu Hyun tidak mengetahui apa yang ia rasakan dari binaran cahaya matanya “Namun…Itu semua hanyalah masa lalu…”ujar Kyu berhenti sejenak, Hyena menatap Kyu dalam.“Ije…sarangheo… bukan ia, jika kau bertanya kenapa? Aku sendiri pun tidak tahu kenapa aku begitu mencintaimu… Tapi yang jelas satu jawaban ku yang pasti aku mencintai dirmu…Karna dirimu adalah dirimu.. bukan yang lain..”kata Kyu mencium kening Hyena lembut. 

“Sudahlah…Jangan mengganggu ku lagi…Kita harus cepat…”ucap Kyu, ia kembali memotong Safety bath. PLAKK.Kyu terkaget, Hyena menampar Kyu dengan keras.“Kau…!Kau pikir aku akan tersentuh dengan kata kata mu?Aku muak dengan mu….Kahasseyo!!!Kahasseyo….!!!” Teriak Hyena.“Apa kalian baik baik saja?”teriak seorang yoeja dari luar. “ Ne…Oonie .. ”  Jawab  Hyena.“Ehm.. Ayo kita keluar…”ucap Kyu kepada Hyena ,ia mengulurkan tangan nya.“Ani…Oppa saja duluan…”kata Hyena tersenyum.“Ehm…Kureom… tapi, berjanjilah kau akan bahagia dengan ku setelah ini…Yakso?”kata Kyu Hyun memberikan ibu jarinya.“Yakso…”Hyena menyatukan ibujarinya.“Jja..”kata Namja si Yoeja yang di luar membantu Kyu keluar.“Kamsa ne…”ucap Kyu.“Ne…Cheonmasseyo…”jawab namja itu mereka pun melangkah menuju mobil milik namja yang membantu meraka.“Sekarang kamu saeng…Jja…”kata pasangan Namja itu.Hyena tersenyum dan menggeleng.“…”Yoeja itu pun terdiam menatap Hyena.“Oonie… Kahasseyo…”ucap Hyena lembut.
            “Minumlah…”kata namja yang menolong Kyu memberikan segelas air.“Kamsaneeda Hyung…” kata Kyu dan menerima minum tersebut.“Ne..”namja itu pun tersenyum.“Lama sekali…”Kata Kyu Hyun menatap mobilnya.“Biar ku lihat, ka tunggu saja disini ne?”kata namja itu kepada Kyu Hyun. Kyu Hyun hanya menganggukan kepalanya.“Yoboe…”kata namja itu melangkah mendekati yoeja nya.“Ne…Arrasseyo…”jawab yoeja itu dan melangkah menjauhi Hyena .Entah kenapa Yoeja tersebut berlari menjauh dari mobil Kyu. “Gwenchanna?” tanya namja.“Mianhae…”air mata yoeja itu menetes tetes demi tetes.“Kita harus segera menyelamatkan nya yoboe..” kata namja itu. Yoeja itu menggeleng pelan. “Mianhandago… Kyu Hyun ssi..”bisik Yoeja itu.“Ada apa??”tanya Kyu Hyun bangkit dari mobil dan melangkah menuju mobilnya. Dengan tubuh yang sudah merasa lelah dan lemas ia berjalan sedikit terhuyung.“Hyena…”panggil Kyu.Tiba tiba DUUAAAARR!!. Dengan cepat mobilterbakar dan akhir nya meledak.“….H…Hye…Hyena..”kata Kyu dengan tatapan tak percaya dengan apa yangterjadi di hadapan nya.“Hye…Hyena-ah!!”Teriak Kyu Hyun berusaha berlari mendekati mobilnya yang terbakar.Brukk!.Ia terjatuh,kakinya tidak kuat untuk menopang tubuhnya. “Hyena-ah…Kajima…”isak Kyu Hyun mencoba untuk bangkit namun ia terjatuh lagi.“Hyena-ah..”Kyu Hyun tetap mencoba berulang kali.Namun kali ini sulit bagi nya tuk melangkah walau hanya satu langkah sekalipun.“Hyen….Hyena-ah…” tangan Kyu Hyun mencoba tuk meraih Hyena-ah, namun ia hanya mampu tuk menggenggam bayangan mobil yang terbakar dan lama lama menghilang dalam penglihatannya.Semua menggelap,Kyu pun pingsan

#Tempat lain_
“Yobosseyo?”Je Joon mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.“Ne.. Je joon Imneeda…”jawabnya.“Mwo!!!?? Jinjjayo!!!??”Pupil mata Je Joo terbuka lebar. “Tidak… Tidak mungkin…”Suara Je Joon bergetar, kesedihan kini terpancar dari suaranya.“Ne… Arrasseyo…”Je joon mengakhiri telepon nya. Dan langsung bergegas ke alamat yang di katakan si penenelepon.

#RUMAH SAKIT
Langkah cepat seorang namja berlari menyusuri koridor.Mata nya memerah karna tak sanggup tuk menahan kesedihan nya. Ia terdiam menatap Koridor dimana ruang yang ia tuju berada di sana.Di sana sudah di hadiri beberapa orang.BUKKK!,hantaman keras yang ia lemparkan kepada seseorang yang sama sama sedang dalam kesedihans seperti dirinya “ Dimana !!!? Dimana Hyena!!!?”bentak namja itu meraih kerah namja yang ia pukul tadi. Mata kesedihan Cho Kyu Hyun terpancar sangat jelas.“Jawab Aku!!!!!”Bentak Je Joon, mempersiapkan tinju nya sekali lagi, ia akan memukul Kyu Hyun.“…”Begitu terluka Kyu sehingga tak mampu tuk berkata.Entahlah apa yang sebenarnya membuatnya menjadi diam membisu.“Jawab Aku Phaboya!!!!!!”Je joon pun menghantam Kyu berulang kali.“Je-ah..! hentikan!!!”teriak seorang namja yang sudah lanjut usia mencoba menghentikan perkelahian 2 namja di bawah nya.“Aniya!!!!Akan ku beri kau pelajaran Cho Kyu Hyun!!!!”kata Je Joon terus memukulu Kyu yang tak berdaya di lantai.“Kau pikir ini salah ku HAH!!!?”kata Kyu Hyun membalas pukulan keras yang ia terima.Jejoon pun terjatuh.“KAU SUDAH BERJANJI PADA KU!!!AKAN MELINDUNGI Hyena !!!!TAPI MANA!!?KAU INGKARI ITU SEMUA!!!KAU MEMBUNUHNYA!!!!AKAN KU BUNUH KAU!!!”Teriak Je joon dan mulai memukul Kyu kembali.“KAU PIKIR ITU SEMUA ADALAH KEINGINAN KU HUH!!?? APA KAU SUDAH GILA!!!? AKU TAK KAN PERNAH MELAKUKAN HAL ITU!!JIKA MEMANG BISA !!!AKU AKAN MENGGATIKAN HyenaTERBARING DI SANA!!!”Teriak Kyu tak kalah keras dengan Je Joon.  “HENTIKAN!!!JIKA KALIAN BERDUA INGIN BERTENGKAR SILAHKAN!!TAPI JANGAN DISINI…!!” bentak tuan Joon hyoon kesal dan menghentikan 2 namja yang sedang bersiteru.“Appa…”kata JeJoon pelan.

Pagi pun telah tiba.Semua menghening dalam ruangan putih membisu hanya ada 2 orang namja yang sedang terdiam. Mereka terdiam cukup lama, dan akhirnya Kyu pun memulai pembicaraan “Mianhandago… Aku…Aku tak pernah membayangkan semua ini…Aku tak pernah menginginkan semua ini…Mian..Jeongmal moanhae…Aku menyesal…Kenapa tidak aku saja…”isak tangis terdengar kembali dari suara Kyu yang mulai serak.Ia membenamkan wajah nya dalam kedua telapak tangannya.“Tak pernah menyangka…Huh…Kenapa harus begini…Aku,Aku tak ingin dia pergi…Hyena…”bisik Je Joon dengan mata berkaca kaca. “Tuhan…!!Kenapa kau tidak membunuhku!!?”kata Kyu tangis nya semakin menjadi jadi ia memukul dada nya berulang kali.Rasa sakit yang ia dera sekarang seakan akan menggerogoti seluruh tubuhnya.“Tenanglah…”Ucap Jejoon mendekati Kyu dan mencoba menenangkan Kyu dengan mengelus pelan pundak Kyu.“Mianhandago…Maafkan aku juga, seharus nya aku tidak berhak menyalahkan mu..Karna ini semua bukan kesalahan mu..”lanjut Jejoon. “Berjanjilah sekali lagi untukku dan Hyena…Hiduplah lebih baik…Dan kau harus menjadi orang yang sukses…”kata Jejoon.“Ne…Kureonde…”sebelum Kyu menyelesaikan kata katanya Jejoon langsung berkata.“Tak ada kata tapi…Kau harus tepati itu…Yakso…?”kata Jejoon berusaha tegar dengan senyumannya.“Ne…”Kyu menganggukkan kepalanya dan berdiri.“Tunggulah disini… Aku ingin mengambil minum untuk membayar mu karna telah menenangkan ku…”kata Kyu menghapus air matanya.“Ne…Arrago”jawab Jejoon menatap Kyu.Kyu pun pergi kedua nya pun kembali menangis.Walaupun berusaha tegar namun air mata mereka tak sanggup menutupi rasa sedih kehelihangan Hyuna,Orang yang mereka sama sama cintai.
___________________________***_____________________________
Sebuah kata kata selimuti jiwaku
Tak sanggup ku ungkapkan semua
Kasih dan sayang mu
Ku balas dengan hati bertolak belaka
Maaf atas semua itu
Yang buat ku menangis kembali tersedu sedu
Bukan tak ingin terima cinta mu…
Namun ku pikir ku belum pantas untuk mu…
Kau yang tersakiti
Tetap betahan tersenyum dan tertawa ria
Tampak konyol memang
Tapi ku sungguh ingin kan keberadaan mu
Ku butuhkan dirimu
Kamsahamneeda… dan mianhandago
Ku ucapkan
Kahasseyeo….

=END=