Jumat, 11 Juli 2014

Melody Love



Melody Love

 Title                       : MELODY LOVE
RATING                :  PG 13
GENRE                  : Romance
Author                    : Haengjin
Cast                       :
                      Lee Sungmin
                      Shin she kyung
                      Shin Dongho

#Words
Melody love .
Nyanyian dari hati yang menenangkan jiwa ku. ku tatap dirinya yang begitu indah
Tetesan air mata pun sirna ketika ku melihat senyumannya.
Tetap di sini … janganlah kau pergi...



SHEkyung POV

Namaku adalah Shin She Kyung. Aku bersekolah di “ Hooyoung Art School”
Di bidang melukis. Aku tinggal hanya berdua dengan adik ku Shin Dong Ho karna orang tua ku sudah meninggal 8 tahun yang lalu. Dari kecil aku selalu menyendiri, aku jarang berbicara dengan orang lain apa lagi dengan orang yang baru ku kenal. Aku hanya akan berbicara dengan adik ku tercinta. Terkadang aku merasa bosan dan begitu hampa seakan akan kehidupan ku terlihat megitu gelap tapi mau bagaimana lagi aku tak punya keberanian untuk mengubah semua yang terjadi … aku takut jika berubah semua yang ku miliki akan pergi. Tapi pada suatu hari hidupku terasa lebih berwarna sejak kedatangan seorang Namja yang bernama Lee sungmin. Dan cerita ini pun di mulai.
               
                Seperti biasa aku selalu mengahabiskan waktu istirahat hanya seorang diri. Biasanya aku menggunakan waktu ku untuk melukis atau sekedar jalan-jalan santai, memutari sekolah. Walau terlihat aneh, tapi inilah rutinitasku setiap harinya. Aku melangkahkan kaki menyusuri koridor sekolah, yang sudah terukir dengan jelas dalam ingatanku. Tapi hari ini berbeda dari biasanya, aku mendengar suara alunan Piano yang begitu menyayat hati. Entah kenapa aku sangat menyukainya. Aku pun mencari suara ke ruang musik. Benar saja, ternyata suara itu berasal dari Piano yang di mainkan seorang Namja. Ia terhenti ketika melihatku di depan pintu ruang Musik. Aku hanya menundukan kepala ketika dia menatapku. “ nugu!?” tanyanya dingin. “ a…aku. Shin She Kyung imnnida” kata ku memperkenalkan diri. “ mau apa kau?” katanya dengan nada yang sama. “ aku hanya ingin mendengar lagumu… hanya itu. Bisakah kau memainkannya lagi untuk ku?” kata ku memberanikan diri. Tak biasanya aku bicara banyak seperti ini. “ buat apa?  Tak ada untungnya untuk ku.” Katanya mengambil tas nya bangkit dari kursi. “me..memang tak ada. Tapi apa boleh kau mainkan lagi… aku akan bernyanyi mengiringi mu.” Pintaku lagi. Ia tak menjawabku. Ia pun pergi meninggalkan ku. Sekilas jantung ku berdetak begitu kencang. Ada apa dengan ku?
               
                Di Kelas. Aku terus memikirkannya. Siapa dia? Siapa namanya? Dimana rumahnya? Dimana kelasnya? Seperti apa kah dia? Pertanya itu terus berputar di atas kepalaku. Akupun mengibaskan tanganku berharap pertanyaan itu menghilang dari kepalaku. Tak kusadari aku telah menggambar wajah namja itu. “ Omg! Kenapa begini..” kataku dalam hati air mataku pun mulai memenuhi seluk beluk mataku. “Shin-ssi, siapa dia? Aku suruh melukis buah yang ada di meja. Kenapa kau malah menggambar wajah Namja mu!?” Tanya Seongsanim yang sudah ada tepat di belakangku. Aku hanya terdiam. “ kenapa hanya diam!?” bentak Seongsanim. “ dia bukan Namjaku…” kata ku tertunduk dengan tangis. “… lalu? Siapa dia? Suami mu!?” ejek Seongsanim. Seongsanim ku adalah seseorang yang terkenal karna sikapnya yang buruk ia suka menggoda siswi dan juga suka mencibir orang lain tanpa berpikir. Sayangnya ia adalah anak dari kepala sekolah di sekolah ku jadi tak ada yang berani memarahinya. “Ani.” Jawab ku singkat. Dia hanya tertawa. “ kau menangis? Sudah lupakan saja. Lanjutkan saja.” Kata Seongsanim. Aku pun bangkit. lalu belari keluar dari ruang lukis. “HEY! SHIN-SSI! MAU KEMANA KAU!!!” bentak Seongsanim aku menghiraukannya dan terus belari.
                Sorenya. Aku berniat membuang lukisan ‘ Namja ’ itu. Sesampainya di tempat sampah hand phone ku beerdering. “ Yoboseyo?” aku langsung mengangkatnya karna hanya ada satu nomer yang akan menelpon ku dan hanya ada satu –satunya nomer adikku di hand phone ku. “ Noona? Bagaimana hari mu di sekolahmu? Maaf aku pulang duluan… aku akan menyiapkan makan malam sebagai tanda maafku. Noona pulang kapan? Ada di mana? Mau aku jemput / tidak? Jika tidak aku akan menunggumu di depan rumah. Kalau mau aku jemput noona segera.” Kata Dongho panjang lebar. “ Ya. Tak apa. Aku sudah di jalan pulang. Tak usah menjemputku dan menunngu ku. Aku sudah makan jangan memasak lagi.” jawabku hampir panjang dengannya. “baiklah aku akan menunggu Noona…” katanya memutuskan panggilan. “ ‘kan sudah ku bilang… jangan menunggu ku. Dasar kebiasaan” kata ku berbicara sendiri. Aku pun membuang lukisanku.
                Di rumah. “Noona sudah pulang? Aku sudah menyiapkan makanan dan air hangat untuk Noona mandi. Rumah juga sudah ku rapikan” Kata Dongho menyapa ku di depan rumah. “ sudah ku bilang berapa kali tak usah menunggu ku. membersihkan rumah adalah tugasku. Kau tak usah membantuku.” Kataku. “ kenapa tak boleh? Selama ini Noona selalu menjaga dan membantuku. Kini giliran aku.” Kata Dongho mengambil tas yang ku bawa. “ apa ini?” tanya Dongho melihat canvas yang ku bawa. Pada akhirnya ku tak bisa membuang lukisan Namja itu. “ ini… lukisan ku.” Jawabku dengan senyum. “sini biar ku bawa. Noona makan saja dulu.” Kata Dongho belari masuk.
Aku pun melangkah menuju meja makan. Terlihat ada banyak makanan dia atas meja. Aku hanya tersenyum, karna aku tahu Dongho tak mungkin memasak karna dia tak bisa. Pasti dia membelinya. “ Noona bagaimana rasanya? Apa enak?” tanya Dongho. “ aku belum memakannya…” kataku tersenyum. Memakan makanan itu. “ enak” jawabku. “benarkah?” kata Dongho duduk dan ikut makan. “ iya enak. Lain kali aku akan membelinya lagi.” kata Dongho. “ kau beli dimana?” Tanya ku. “e,,, aku tak membelinya. Aku memasaknya kok..” kata Dongho salah tingkah. Aku hanya tertawa kecil. Kehidupan Dongho dan aku sangat berbeda. Dongho memiliki banyak teman dan juga selalu saja ada hal yang menyenangkan dalam harinya. Aku hanya dapat tersenyum ketika dia menceritakan harinya. Walau dia tahu hari ku tak berbeda dengan biasanya tapi ia tak pernah lupa untuk bertanya tentang hariku dan ia tak pernah bosan mendengarnya.
                Malamnya aku melanjutkan lukisan Namja itu di kamarku. Perlahan demi perlahan aku melukisnya dan akhirnya selesai. Tak biasa nya aku melukis wajah seseorang. Biasanya aku akan melukis wajah adikku.
                Esoknya, pada saat istirahat . Aku melihat namja itu di kursi taman sekolah. Ia duduk sendiri di sana. Apakah dia sama seperti ku?? Kenapa ia sendirian tak bersama chingu chingu yang lain? . aku pun mencoba mendekatinya. “Annyeonghasseyo oppa..” kata ku mendekati nya. Ia menatapku sekilas dan kembali membaca sebuah buku. “bolehkah aku duduk di samping mu?” tanya ku. Namja itu hanya terdiam tak merespon ku. aku pun berdiri di depan nya , ia menatap ku dengan tatapan aneh . “ne.. kau boleh duduk..” kata namja itu. Aku pun duduk di sebelah nya. “oppa.. kenapa kau disini?” tanya ku. “memang nya ini tempat mu? Memang nya salah jika aku berada di sini? Oeh?” kata namja itu dingin. “a..ani.. bukan itu maksudku..bukan maksud ku untuk membuat mu marah oppa..” kata ku dengan air mata. Namja itu menatap ku. “mwo? Waeyo? Kenapa kau menangis?”tanya nya heran. “mianhae..oppa” kata ku tambah terisak.”ah.. sudahlah cepat hentikan tangis mu.. apakau tahu? Semua nya jadi melihat kearah kita tahu!!” kata nya salah tingkah. “hm… ne ngomong ngomong siapa nama mu oppa?” kata ku menghapus airmata ku. “hah~ kau ini aneh..tiba tiba menanyakan namaku …” kata namja itu. “ Lee sungmin imneeda..” lanjut nya, Aku menatap nya tersenyum begitu manis. Hati ku terasa begitu bahagia dan juga sedikit sedih. Kenapa baru sekarang aku mengenal namja ini?. Namja itu terdiam dan menatap ku. “tersenyumlah.. jangan seperti itu ..” kata nya lembut. Aku menatapnya sekali lagi hati ku terasa sangat senang , entah kenapa aku ingin terus bersama nya“eunggg .. oppa..” kata ku. “ne..” kata nya melihat buku bacaan nya lagi. “kenapa tidak bersama chingudeul yang lain?” tanyaku. “chingu?? Hm.. ani aku tak punya chingu..  aku malas berbicara dengan mereka..jadi ku putuskan untuk tidak terlalu mendekati mereka ..” jawab sungmin oppa. “jinjja?” kata ku tak percaya. Ternyata ia juga tak memiliki teman. “ Bagaimana dengan mu?” kata nya menatapku.”eungg … aku .. aku juga tak punya chingu…” kata ku menundukkan kepalaku. “wah… kita sama.. salam kenal yoeja tak punya chingu … aku adalah namja yang tak punya chingu juga haha” gurau nya menjabat tanganku. Tangan nya begitu halus dan begitu hangat. Tiba tiba Suara bel sekolah berbunyi tanda mulai jam pelajaran lagi. “Mwo? Cepat sekali masuk nya? Oeh~” kata nya mengeluh. “sebaiknya kita masuk ke kelas oppa… “ kata ku. “ne.. aku pergi… jaga diri mu baik baik ya.. Shekyung…” kata nya pamit dan berlari menuju sekolah bagian timur tempat dimana ruang musik berada. Aku pun segera menuju ruang seni lukis.

                Pulangnya. Di depan gerbang sekolah. Aku menunggu Dongho tapi ia belum juga datang. Kemana ia ?? sekolah sudah hampir sepi. Aku melihat sosok seorang Namja yang baru hari ini aku mengetahui namanya , Lee Sungmin oppa. Ku lihat ia melihat ke arah ku dan tersenyum dari kejauhan. Wajah ku berubah memerah. Baru pertama kali nya aku merasakan perasan seperti ini. jantung ku terasa berdetak kencang, kenapa dengan ku?. Aku bertanya tanya dalam hati. Ku palingkan wajahku dari nya. “Noona??” tanya seseorang , menepuk bahu ku. Suaranya ku kenali, kupun melihat kearah orang yang menepukkudari belakang. “dongho-ah..” kata ku melihat adik manis ku.”sedang apa? Mianhae telah membuat mu menunggu lama..” kata Dongho melihat ku dengan senyum.ku mencoba mendapati sosok sungmin oppa lagi. tapi sepertinya sungmin oppa sudah pergi. “noona?? Lihat apa?? Apakah kau mencari seseorang ??”Tanya adik ku. “eung.. ani…aja dorayo,,”kata ku. Kami pun melangkah pergi.

                Di kamar.
Aku dan dongho dikamar. “dong-ah …” kata ku mengenakan masker di wajah . “ne.. noona..” kata dongho ikut ikut’an memakai masker wajah. “ bagaimana kabar mu?” tanyaku. “ seperti biasanya kabarku baik.” Kata Dongho.“ aniya. Bukan itu. Maksudku sekolahmu.” Jelasku. “ kabar sekolahku baik. Aku di traktir lagi oleh Soengsanim karna mendapat nilai tertinggi lagi” kata Dongho tersenyum. “ huss… hati – hati masker mu bisa rusak. Kau tak maukan jika muka mudamu itu ada keriput?” kataku. “ ne. tentu saja aku tak mau. Bagaimana sekolah Noona?” tanya Dongho kepadaku. “ cukup baik.” Kataku tersenyum. “ hati-hati Noona dengan maskermu…” canda Dongho. “ aishh… aku lupa. Apakah masih baik- baik saja?” tanyaku takut maskerku rusak. “ Ne… ngomong –ngomong tak seperti biasanya Noona akan menjawab ‘ sama seperti hari kemarin’?” kata Dongho. “eh… Ne. hari ini berbeda tidak sama. Aku mempunyai Chingu baru.” Kataku. “Jinjja!!!?? Horee!!” kata Dongho melompat kegirangan. “ hey! Jangan seperti itu ingat masker mu!” kataku mengingatkan. “ tak apa. Aku tak peduli dengan maskerku lagi. Aku lagi senang.” Kata Dongho. “Ya, sudah. Kalau begitu ayo kita cuci saja masker kita.” Kata ku mengajaknya karna takut masker adikku akan merusak wajah tampannya itu. Ia pun mengikuti ke kamar mandi untuk mencunci muka. “ Noona… Siapa dia? Baik/ tidak? Namja/ bukan? Siapa namanya? Di mana sekolah dan alamatnya? Apa kesukaannya? Kenapa kalian bisa menjadi berteman? Terus… siapa dulu yang bicara?” Tanya adikku yang telah mencuci mukanya. “ Aishh… seperti biasanya kau banyak bertanya. Satu –satu Noona tak bisa menjawabnya langsung.” Kataku. Ia hanya tersenyum. “ dia seorang namja. Aku duluan yang mengajaknya bicara. Aku baru tahu siapa namanya jadi aku tak tahu seperti apa dia. Namanya Lee Sungmin. Aku bertemu dengannya di ruang musik mungkin dia satu sekolah dengan kita.” Jawabku. “ seperti apa dia? Apa tampan? Manis? Imut? Tinggi? / pendek?” pertanyaan Dongho lagi –lagi menyerangku. “ kau ini… kenapa terus bertanya.” Kataku sedikit tertawa. “ ayolah Noona`~~” rengeknya. “ kau pernah lihat lukisan yang ku bawa kemarin bukan? Itu dia.” Jawabku. “eoh~~~ tampan juga dia. Ini yang terakhir dan yang paling penting…” ucap Dongho. Aku hanya menatapnya. “ apa Noona menyukainya?” tanya Dongho dengan tatapan nakal. “Aishhhh…. Tau apa kau anak kecil.” Kataku memalingkan wajahnya. “ aku lebih tau cinta dari pada Noona. Jadi yang anak kecil itu Noona.” Canda Dongho. “ Sudah sana tidur! Sudah malam” perintahku. Dongho pun tersenyum melihatku. “Siap!! Komandan!” candanya memberi hormat. Lalu belari pergi. Aku hanya dapat tertawa. “ apa aku menyukainya?” kataku dalam hati sambil menatap bayangan ku di cermin.
               

@ Donho Pov
                Berminggu-minggu berlalu. Noona selalu saja menceritakan Namja yang sama sekali belum ku lihat rupanya. Lee Sungmin. Aku pun berusaha mencarinya di sekolah. Aku bertanya tentangnya kepada Chingudeul tetapi mereka hanya tertawa dan menganngapku aneh. Kenapa jadi begini? Aku mengamati setiap kelas bidang musik melihat satu persatu Namja. Tapi tak ada yang sama wajahnya. Yang ada Syeo min bukan Sung min lagi pula wajahnya mereka sangatlah berbeda. Aku sedikit khawatir dengan kakak ku.. karna chingu dikelas nya selau mengejeknya dan memintanya untuk memperlihatkan siapa Lee sungmin itu. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada noona ku. Dia membuatku semakin khawatir. Dia benar benar tampak aneh , bukan nya aku tidak senang melihat noona kubahagia tapi.. jika seperti ini… banyak kejadian yang membuatku benar benar tidak yakin dengan keberadaan Lee SungMin.
                Pada suatu hari aku pun mencoba untuk menanyakan tentang Namja yang bernama Lee sungmin.
Jam  03:30 PM . di dapur. “eunggg.. noona?” kata ku sambil memotong buah pir. “ne.. ada apa?” jawab nya merespon. “eung.. tentang sungmin Hyung..” kata ku memberanikan diri untuk bertanya. “owh iya.. kemarin ia bilang, ia mau datang ke rumah kita..” kata nya tersenyum. “oottokeh??” kata ku tersenyum juga. “ne.. tentu..” kata nya.

                ESOK hari.
Jam menunjukkan pukul setengah empat sore. “aku pulang… “ terdengar suara noona dari luar dan memasuki rumah. “ah noona kau sudah pulang..” kata ku girang dan beranjak dari sofá . “ne.. dong-ah..” kata nya. Aku melihat noona yang dari tadi tersenyum senyum sendiri. Dimana sungmin hyung? Katanya ia mau datang? Tapi kenapa aku mendapatkan kakak datang sendirian? . “eungg. Noona?” tanyaku. “ne..” kata Noona melihatku. “dimana Sungmin hyung ??” tanya ku melihat noona. “hey, kau becanda ya? Apakah kau tak melihat nya? “ kata noonaku melihat ke     arah kanan nya, dengan senyum yang tak lepas dari wajah nya. “….” Aku terdiam, tak ada siapapun yang sedang berdiri di hadapan ku kecuali kakak ku sendiri. Apa mata ku bermasalah ??. “dong-ah noona mau keatas dulu ya.. kalau kamu ada PR kerjakan.. kalau tidak bisa kau boleh bertanya sama noona…” kata noona melangkah menaiki tangga.”ayo sungmin oppa” kata noona mengajak seseorang yang memang aku tak lihat. Apakah mata kubermasalah? Akupun mengusap mata ku. Tapi seperti nya aku memang tak melihat siapapun kecuali noona. Sepertinya aku harus priksa mataku. Setelah beberapa menit. Aku membawakan 2 minuman ke kamar noona , walau sesungguhnya aku tidak yakin apakah aku memang harus membawa 2 minuman.”noona.. “ kata ku mengetuk pintu kamar noona.” Ne masuk saja dong-ah ,,,” kata noona. Aku pun masuk ke kamar noona. Tapi benar benar tak ada chingu noona disana. Apa yang harus ku lakukan? “eungg.. silahkan diminum ,, sungmin hyung (¿)” kata ku salah tingkah. Kenapa aku harus bersikap seperti ini? aku saja tak melihat sungmin hyung di kamar noona?? Aku jadi semakin bingung.
                Dan esok nya setelah kejadian kemarin aku pun pergi ke dokter mata,dan hasil nya. “Jadi? Mata ku baik baik saja dok?” kata ku heran.” Ne…” jawab si dokter. “lalu.. bagaimana dengan namja yang bernama Lee SungMin? Kenapa aku tak dapat melihat nya?” tanya ku.” Jika memang ada namja chingu noona mu itu.. kau pasti dapat melihat nya…” kata dokter. “Apa maksud dokter?” Tanya ku tak paham. “Maksud ku adalah mata mu sama sekali tak bermasalah… jika bukan khayalan atau semacamnya kau pasti bisa melihat namja yang bernama Lee SungMin itu..” kata dokter.” Jadi.. maksud dokter ,, naui noona , mengkhayal?” Tanya ku dengan ragu.” Ne.. sepertinya begitu.. mungkin ada yang aneh dengan noona mu..” kata dokter.” Apa maksud dokter!!? Tidak mungkin noona ku mengkhayal seperti itu!!” kata ku sidikit marah. Entah kenapa aku merasa kesal ketika dokter itu berkata bahwa noona ku itu hanya mengkhayalkan sosok Lee SungMin. “Mianhae .. bukan maksud ku menyindir noona mu.. aku hanya memberi tahu mu .. mungkin noona mu punya sedikit masalah..” kata si dokter. “Ani … tidak mungkin noona ku mengkhayalkan seseorang yang memang tak ada!!” kata ku , akupun keluar dari ruangan itu dan bergegas pulang.
                Aku hanya dapat melihat noona ku , dan memang tampak begitu aneh? Tapi … Aku benar benar mengharapkan sosok Lee SungMin itu… sosok yang membuat noona menjadi bahagia sosok yang bisa menerima noona apa adanya. Mungkinkah memang noona ku yang mengkhayal? Ya , tuhan kenapa hal ini harus terjadi pada noona ku?. aku hanya dapat berpura pura melihat namja yang bernama Lee SungMin itu. Berpura pura tertawa pada saat namja itu berkomedi , padahal tak ada hal yang bisa di tertawakan.
                Malam hari “ah~~ dong-ah..” kata noona memanggil ku.” Ne.. noona  ada apa?” kataku.”akhir nya aku bisa juga menghapal lagu buatan Lee SungMin oppa..” kata noona ku girang.”ah.. ne ” kata ku tersenyum tipis. Padahal aku yakin betul lagu yang dihapal oleh noona bukan lah buatan sungmin hyung melainkan noona sendiri yang mencari nada lagu nya di setiap malam dengan menggunakan piano yang baru di beli 1 minggu yang lalu. “itu bagus.. Apa judulnya?” tanyaku. “Melody love …” kata noonaku dengan suara yang lembut.” Aku suka judulnya..” kata ku tersenyum.” Hm..dong-ah..” kata noona bergumam.” Ne..” kata ku merespon.”sepertinya … aku mulai suka dengan Lee sungmin oppa,,,”jelas noonaku malu malu. MWO??. “o…ottokkeh??” kata ku tak percaya.” Ne.. aku mulai menyukainya saat pertama kali bertemu.. dan sekarang aku merasakan jatuh cinta padanya..” kata Nonna.”andwae .. noona tida boleh bersamanya..” kata ku menundukkan kepala. “ mwo? Waeyo?” tanya nya kepada  ku. Aku harus jawab apa? Apakah aku harus bilang bahwa’ LeeSungMin adalah khayalan noona jadi lupakalah..’ (¿) itu tampak begitu kejam bagi ku… ataukah aku harus bilang ‘ Jangan berpikir yang tidak tidak noona.. orang yang seperti Dia tak pantas untuk noona… tinggalkan saja dia…’ jawaban itu tampak aneh?.” Dong-ah??” Tanya noona melihat wajahku yang sedang kebingungan.” Ah.. ne… itu karna aku masih belum siap untuk ditinggalkan oleh noona..” kata ku.” ah.. kau ini.. kau itu sudah besar pasti bisa bertahan tanpa noona.. kau kan namja… lagi pula , noona tidak mungkin meninggalkan naui Aegyo saeng ~~” kata noona memelukku.” Ah.. ne arra…” kata ku. Aduh,… Shin DongHo!!! Kenapa kau tak berkata yang seujujurnya saja!! Bahwa noona mu itu benar benar mengkhayal!! Dan Lee Sungmin itu benar benar tidak ada!!
                Karna penasaran aku mencoba untuk mencari identitas sosok Lee SungMin , Dan akhirnya pun aku menemukan alamat rumah Lee SungMin. “Jadi?? SungMin hyung itu … benar benar nyata??” kata ku tak percaya sambil melihat rumah yang sudah usang seperti habis kebakaran. “Annyeonghasseyo??” kata ku.” Hey.. anak muda ..kau mencari siapa??” tanya seorang hajumma. “ah… saya sedang mencari seseorang yang bernama Lee SungMin..” kata ku.” Lee sungmin? Apakah kau temannya?” tanya hajumma itu menatap ku dengan aneh.” Ne.. lee sungmin.. ia chingu dari naui noona” kata ku tersenyum.” Ah.. entahlah , apakah kau benar benar yakin ini rumahnya? Mungkin kau salah alamat..”kata hajumma. “apa maksud hajumma??aku yakin ini alamat nya” tanyaku tak paham , dan menunjukkan secarik kertas dengan alamat rumah.” Ah..apakah anda yakin?” tanya nya sekali lagi dengan tatapan aneh.” Ne.. memang nya ada apa hajuma..” tanyaku lagi.” pemilik rumah ini..sudah lama meninggal.. mereka sekeluarga meninggal karna kebakaran..” kata hajumma.” Mwo!!? Jinjja!!?” kata ku kaget.” Ne.. Lee Sung min adalah putra dari keluarga Lee.. kejadian ini terjadi 2 tahun yang lalu“ kata hajumma tersebut menjelaskan.” Jinjja??” kata ku menjatuhkan diriku.” Gwaenchannayo??” kata nya melihatku. “ne… gwaennchanna..” kataku. Tidak mungkin… Lee SungMin… jadi , sebenarnya apa yang terjadi?? Apakah aku harus memberitahu ini semua pada noona??.” Kamsaneeda atas informasi nya hajumma..” kata ku membungkukkan badan.” Ne.. cheonma..” katanya. Aku pun pulang dengan air mata. Apa yang harus ku katakan pada noona?? Aku tak mau membuatnya menderita… ataupun sedih..
                @ She Kyung POV
                Hari ini sangat menyenangkan karna Sungmin mengajakku kencan. Di sebuah taman aku pun duduk bersamanya. “ Shin-ssi…” katanya lembut. “Ne. Ada apa Oppa?” tanyaku. “aku ingin melamarmu.” Katanya mengeluarkan sebuah cincin permata. Aku hanya terharu tak dapat berkata apa –apa. “ maukah kau?” tanya dengan mata yan berkaca. “ aku akan tanyakan dulu pada Dongho…” kataku tersenyum malu.

                Di rumah “ Aku tidak setuju!!!” bentak Dongho. Tak pernah ku lihat dia marah seperti ini.“ kau ini kenapa!? Bukankah kau menyukainya? Lagi pula Noona tak akan pergi meninggalkan mu.” Kataku berusaha menyakinkannya. “ani. Bukan itu.” Katanya pelan. “ Lalu kenapa? Apa dia memarahi mu? Sampai kau tak suka dia?” kata ku cemas. Dia hanya diam. “… walau tak mungkin begitu aku akan tetap membela mu.” Kataku meraih kedua tangannya. Wajahnya masih saja tertunduk. Aku sangat khawatir dengannya. Kenapa dia seperti ini? “Ani… bukan itu. Mana mungkin orang yang tak ada bisa memarahiku” katanya masih tertunduk.  “Mwo? Apa maksudmu Dongho?” tanyaku terkejut. “Cepat lihat aku!!” kataku sedikit membentak. Air mata ku sudah di penuhi air mata karna takut. Ia pun melihatku dengan menangis. “dia tak ada. Dia hanya khayalan mu. Sudah hentikan Noona.” Kata Dongho dengan pilu. “ hentikan! Jangan bicara lagi!” kataku membentaknya. “ kumohon Noona! Jangan seperti ini lagi! Lee Sungmin memang ada tapi dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu!” kata Dongho dengan nada tinggi. “Cukup! Shin Dongho beraninya kau membentak Noona mu! Cepat masuk kamarmu!!” kataku marah. Dia terdiam sejenak lalu berlari ke kamarnya. Aku pun terjatuh dan menangis. Aku pun teringat dengan Sungmin. Aku berlari keluar beniat mencari Sungmin.
                “ OPPA!! Dimana kau!?” kataku memanggilnya. Aku terus mencarinya entah kemana.



@ Dongho POV.
               
                Aku menuju ke kamar Noona dengan perlahan. Tercium aroma Khas Noona. Membuatku napasku terasa sesak karna telah membuatnya manangis. Aku temukan sebuah buku diary miliknya, aku mengambil nya dan membaca beberapa lembar dari buku tersebut. Ternyata Noona pernah bertemu dengan Lee Sungmin. Tapi 3 tahun yang lalu. Rasa penasaran membuatku membaca lembar yang lainnya.

Untuk pertama kalinya aku bertemu orang lain yang tersenyum
Semenjak kematian orang tuaku. Aku sangat senang. Nama nya
Lee Sungmin terlihat dari tanda pengenalnya. Sepertinya ia lebih tua dariku.
Gomawo Oppa
Esoknya aku melihatnya di jalan dan mengikutinya dari belakang.
Akhirnya aku temukan Alamat Rumahnya. Dia benar –benar begitu tampan apa aku menyukainya?
Sudah 2 tahun aku tak melanjutkan Diary. Dan ini pertama kalinya lagi., Hari ini aku mandengar alunan music yang pilu.
Rasanya seperti dia memanggilku, aku pun mencari suara tersebut. Aku melihatnya., tetapi kenapa dia pergi begitu saja?
Dan akhirnya kita berteman. Namanya Lee Sungmin.
Dia sungguh orang yang baik.
Dia mengajari kubanyak hal. Tentang kehidupan dan music. Kami membuat sebuah lagu yang di beri nama “ Melody Love”.
Dan pada saat itu aku mengetahui bahwa aku benar –benar mencintainya.


Aku menemukan sebuah surat di bagian terakhir buku. Yang tetulis untuk “ Shin She Kyung” dan dari…. Mataku mencari nama sang penulis an ternyata ia adalah. “Lee Sungmin!!!”. Aku hanya terdiam. Jika Sungmin adalah khayalan Noona lalu apa ini? surat? Apa ini tulisan Noona saja. Tapi aku sangat mengenal tulisan Noona ku. Ini bukan tulisannya. Apa ada dua Sungmin yang bertemu dengannya? Aku pun melanjutkan bacaku di lembar terakhir.

Hari ini adalah hari yang membahagiakan ia melamarku (¿) aku sangat terharu sampai tak dapat berkata apa –apa. Ia memberiku sebuah cincin permata yang sangat indah. Walau hal itu tak sebanding dengan nya  aku pun berniat memberi tahu Dongho malam ini… aku penasaran apa reaksinya…???? Ku harap dia bisa menerimanya.

Aku teringat tentang cincin yang di perlihatkan Noona saat ia menceritakan bahwa ia di lamar Sungmin. Aisshhh!! Sepertinya aku yang salah. Aku pun keluar karna ingin meminta maaf. “ Noona?” kataku sedikit berbisik. Keluar dari kamar Noona ku. Tapi ku tak melihat Noona sama sekali. “ Noona!?” teriak ku mencari Noona di setiap beluk rumah kecilku. Ia tak ada. Air mataku mulai mengalir. Aku pun belari mencarinya diluar. Langkah ku terhenti ketika melihatnya di sebuah jalan. “Noona!!” kata ku dengan senyum karna berhasil menemukannya , ia sendang berjalan menyebrangi jalan raya. Tiba –tiba ada mobil melaju cepat kearah nya noona hanya menoleh ke arah mobil. BUUKKK! Mobil itu menabrak nya” Noona!!! “ kata ku spontan berlari menghampiri noonaku yang kini sudah terbaring di aspal dengan penuh darah.” noona mianhae ..“ kata ku memeluknya.” Dong-ah ….” Kata nya pelan dan langsung pingsan.
                @Rumahsakit
Aku terdiam menatap noona ku yang sedang terbaring di kasur berlapis seprai biru itu. Dia tampak tenang, tak terlihat satu kesedihan dari raut wajahnya atau pun sebuah senyuman yang biasanya menghiasi wajah nya. Aku merasa bersalah , aku meresa sedih .” noona … bangunlah, maafkan aku bukan maksudku untuk membuat mu menjadi seperti ini…” kata ku memegang tangan nya yang terasa dingin.
Sudah seminggu kakak ku masih terbaring disana. Aku sungguh mengkhawatirkannya.” Noona… kenapa kau terus tidur seperti ini? Katamu.. aku tidak boleh tidur terlalu lama karna itu membuatmu menjadi malas.. jika kau seperti ini… bukankah kau yang menjadi pemalas nya? Noona tak suka dipanggil sebagai seorang pemalaskan? Jadi bangunlah…” kata ku. Aku terdiam menatapnya. “kau masih marah ya?” kata ku tersenyum tipis.
Saat aku keluar untuk membeli roti untuk aku makan, aku melihat seorang namja yang wajah nya yang pernah ku kenali.. “dia…. Lee SungMin!!??” kata ku mencermati. Aku pun berlari mencoba mengejarnya tapi sayangnya dia sudah pergi menaiki taxi. Aku pun langsung bergegas berlari menuju ruang kamar inap noonaku. Ku lihat tidak ada noona disana, aku pun berniat mencarinya saat ku berbalik noona sudah berada tepat di depanku. “noona …”kata ku menangis.” Ada apa? Kemana saja kau??” Tanya nya dengan senyum.” Seharus nya aku yang  bertanya begitu!!” rengekku.” Ah, sudahlah… jangan menangis lagi.. ada apa dong-ah?” kata nya menatapku.” Aku … aku tadi melihat SungMin hyung…” kata ku tersenyum.” Aku sudah tahu kok..” katanya.” Tahu?” Tanya ku tak mengerti.” Ne.. dia baru saja selesai menjenguk ku tadi..” kata noona.” Jinnjayo?” tanya ku heran.” Ini… ini buktinya “ kata kakak ku menunjuk kan sekeranjang buah. “a…” kataku bingung. Aku sungguh tidak paham sebenarnya apa yang telah terjadi?
@AUTHOR POV
“aku sungguh lega setelah melihat nya..” kata seorang namja yang tersenyum lega di dalam taxi. “siapa nama yoeja manis itu??” Tanya umma.” Shin SheKyung … naui yoeja..” katanya Sungmin menjawab sambil memperhatikan lirik melody love miliknya dan shekyung.
Melody Love :
ku yang takut kau kan menghilang ,
 bagai khayalan dirimu itu … MELODI cinta.. yang selalu ada.. iringi setiap langkahku..
senyum mu menyemangati diriku,
 tawa mu menbuat seakan tak ada sebuah penderitaan.
Kau berkata seakan semua nya kan baik saja..
Ku ingin menggenggam mu, dekap tangan mu yang hangat dan lembut…
Cinta… diriku , hatiku … For you ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar