Rabu, 08 Juli 2015

Cheonsa (Part 2)


Cast : Jung daehyun (B.A.P)
Lee Yeon Hee (Actris)
Other
Cast : Hara Yumi (AUTHOR)
Cameo : Justin Bieber (Singer)
Nathan Kim a.k.a Kim Ryeowook (SuJu)
Kim Himchan (B.A.P)
Lee Taesung (CEO TS Ent)
Febrya Kartika (penulis JD) as Lee Min Ah
Athor : Hara Yumi (하라 유미. Facebook: Hara Yumi)
Lenght : Chaptered
Genre : Fantasy-sad-romantis
Rating : Teen / PG 13/ AU
Note : Ranting mulai bertambah jadi PG 13 aku harap umur kalian udah lebih dari 13 tahun (JIKA BELUM CUKUP UMUR BOLEH BACA YANG PENTING JANGAN BACA BAGIAN AKHIR). Yang bercetak miring itu kata hati mereka dan ada juga yang bukan kata Indonesia. Semoga kalian ngga salah dan paham.
Berikan saran dan kritik yang sifatnya membangun setidaknya komentar lah. Jangan mengejek atau menjelekan karya orang lain,
Aku harap kalian suka dan tidak benci sama ini FF karena banyaknya CAMEO yang ada,
Oke langsung baca aja....

Chaptered#2 Cheonsa--
‘ ‘ ‘ ‘
Tanpa sadar Daehyun mengingat kejadian tersebut, “jika kamu berjalan satu langkah lagi kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, aku akan yakinkan itu Daehyun!” Daehyun berhenti sejenak saat dia mulai menuruni tangga dan menatap kembali jalan yang baru saja dia lalui. Suara itu? Suara itu slalu terngiang diotaknya hingga kini. Suara lembut dan isak tangis itu terdengar lagi oleh telinganya. Daehyun masih merasakan suara itu hingga tubuhnya bergetar saat dia memandang jalan yang baru saja dia lalui.
“apa ini? Apa aku sedang berhalusinasi saat ini? Kenapa? Kenapa suara itu terdengar lagi ditelingaku bahkan aku sangat takut untuk mendengarnya.”
Dengan tubuhnya yang bergetar Daehyun mulai menaiki tangga demi tangga yang baru dilewatinya. Ah..!! Bukan tapi dia berlari. Berlari menaiki tangga dengan tubuhnya yang masih bergetar. Bergetar karena suara yang terekam didalam otaknya. Suara satu tahun lalu. Suara orang yang dia sayangi sampai saat ini. “ah.. Kenapa ini? kenapa tubuhku bergetar dengan hebat apa yang terjadi padaku?”
Dengan nafas yang masih sulit Daehyun berdiri diatap itu lagi. Berdiri untuk menatap wanita itu Yeon Hee. Yeon Hee tersenyum melihat kehadiran Daehyun. Dengan menarik kedua sudut bibirnya terciptalah sebuah senyum yang terukir dengan indah diwajah Yeon Hee.
“apa kamu baik-baik saja Jung Daehyun? Kenapa kamu berlari”
Daehyun menengadah saat dia mendengar suara itu. Daehyun cukup lama termenung saat dia melihat senyum dibibir Yeon Hee. “senyum itu? Aku pernah melihatnya. Aku pernah melihatnya satu tahun lalu ditempat ini juga. Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia membuatku melangkah dan berlari lagi kesini . Lalu suara siapa yang terngiang dalam otakku?”
‘ ‘ ‘ ‘
Dengan langkah yang sejajar mereka mulai melangkah setapak demi setapak sebuah taman kota. Taman kota yang nyaman untuk mereka berdua berjalan bersama.
Mata Daehyun tak henti memandang Yeon Hee yang berada disampingnya. “ada apa ini? Ada apa dengan hatiku?”. Daehyun berhenti saat dia menyadari jantungnya berdebar dengar kencang. “kenapa ini? Kenapa terasa sakit?” Daehyun meraba dada kirinya.
Dari belakang Daehyun memandang Yeon Hee. Memandangnya lekat-lekat sangat lekat hingga membuat Yeon Hee sadar dia tidak bersama Daehyun lagi. Yeon Hee memutar tubuhnya tanpa dia sadari matanya bertemu pandang dengan mata Daehyun yang sedari tadi menatapnya.
“ada apa? Kenapa kamu berdiri di sana apa ada sesuatu?”
“ah.. Ani, kajja kita pergi” ajak Daehyun yang berjalan mendekati Yeon Hee lalu dia menggenggam tangan Yeon Hee dengan lembut.
‘ ‘ ‘ ‘
“ah.. Cheesecake” gumam Daehyun saat dia berhenti didepan toko Kue. Daehyun berjalan memasuki toko tersebut meninggalakan Yeon Hee yang berjalan ke arah lain.
“Daehyun~ssi bukankah ini bagus jika diletakka di dekat Miniatur rumah yang kamu miliki” ucap Yeon Hee menunjukan jam pasir pada Daehyun yang sedang memakan Cheseecake yang baru saja dibelinya.
“emm” jawab Daehyun singkat. Yeon Hee hanya tersenyum mendengar jawaban dari Daehyun.
“belikan aku ini”
“mwo?? kenapa aku?”
“karena aku tak punya uang” ucap Yeon Hee ringan.
‘ ‘ ‘ ‘
Daehyun hanya bisa menghela nafas dengan kesalnya. Kesal karena dia harus merelakan tugasnya demi menemani malaikiat ini. Malaikat yang tinggal serumah dengannya, malaikat yang sudah mengusik hidupnya dari ketentraman. “kenapa aku harus menemaninya? Kenapa aku berlari saat aku akan meninggalkannya? Apa aku takut akan kehilangannya tapi? Ini tidak mungkin ini tersa aneh bagiku aku merasa ini”. Berbeda dengan Yeon Hee, dia sedang asyik melihat jam pasir yang baru saja dia beli.
“Daehyun-ssi bukankah ini terlihat serasi? Sebuah Miniatur Rumah dengan sebuah Jam Pasir” kata Yeon Hee sambil menatap Daehyun yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.
Yeon Hee berbalik dan menatap jam pasirnya. Tanpa dia sadari Yeon Hee menjatuhkan sebuah photo yang tertelungkup. Yeon Hee memandang photo tersebut dan akan mengambilnya. Tapi, tangan Daehyun sampai lebih awal untuk mengambil photo tersebut.
“apa itu?”
“bukan apa-apa” jawab Daehyun sambil melangkah meninggalkan Yeon Hee yang memandangnya dengan tatapan keingin tau.
“aku ingin tau apa itu? Kenapa dia mengambilnya begitu cepat” lirih Yeon Hee dengan memandang kearah Daehyun yang menjauh darinya.
‘ ‘ ‘ ‘ ‘
Daehyun berbaring di atas kasurnya dengan memandang photo itu photo 1 tahun yang lalu, photonya bersama Yumi. Perlahan dia menghembuskan nafas beratnya. Dengan kesal Daehyun melempar photo tersebut kesegala arah. Tak lama Daehyun terduduk dan melirik kemana terbangnya photo tersebut. Dengan nafasnya yang terasa berat dia mengambil lagi photo tersebut dan menyimpannya dalam laci. Daehyun berjalan kearah jendelanya dan melihat pemandangan malam dari dalam kamarnya.
‘ ‘ ‘ ‘
Siang hari di ruang Seni Universitas TS.
Daehyun lagi-lagi sibuk dengan lukisannya sendiri. Tanpa menyadari ada seseorang yang sedang berdiri disampingnya. Seseorang yang sedang mengamatinya sedari tadi.
“apa kau akan mengacuhkanku terus menerus” ucap wanita yang beberapa hari lalu meminta dilukis oleh Daehyun.
“apa yang kamu lakukan disini” tanya Daehyun yang masih mencoret-coret lukisannya.
“ani?? kau masih seperti dulu tak berubah sama sekali” Daehyun hanya tersenyum. “tapi siapa wanita yang kamu lukis waktu itu? Aku merasa bahwa dia mirip dengan Yumi”
“benarkah aku juga merasa seperti itu, apa kamu melihat semua lukisanku?”
“tidak ada yang dibanggakan dengan lukisanmu aku bahkan melihatnya secara langsung siapa yang kau lukis,” lagi-lagi Daehyun hanya tersenyum. “aku harap kamu bisa melupakannya dan menjali hidup baru dengan gadis tersebut,” ucap sang wanita yang membuat Daehyun berhenti melakukan pekerjaannya. “aku tak ingin kamu seperti ini karena saudaraku yang pergi meninggalkanmu (wanita tersebut adalah saudara sepupu Yumi).”
Daehyun tersenyum pahit saat mendengar perkataan sepupu Yumi tersebut. Dalam hati sebenarnya Daehyun menolak usul tersebut menolak untuk melupakan Yumi.
“aku harus pergi sekarang,” ucap Daehyun yang seperti terlihat tidak nyaman setelah sepupu Yumi mengatakan hal tersebut.
“apa kau baik-baik saja?” tanya sepupu Yumi.
“emmm?” ucap Daehyun dan pergi begitu saja.
“aku kasihan denganmu karena kamu menjadi sangat bersalah akan kepergiannya. Ini juga karenamu Yumi kenapa kamu pergi tanpa sepatah katapun untuknya” gerutu sepupu Yumi yang melihat kepergian Daehyun.
‘ ‘ ‘ ‘
Hari ini, Daehyun sudah mematung didepan cermin dengan maksud untuk merapihkan dirinya yang akan mengunjungi kedua orangtuanya di Busan. Dia benar-benar rapih saat ini. Bahkan sekecil partikel tak ada di bajunya. Sekilas Daehyun menatap wajahnya dalam cermin dan kembali merapikan pakaiannya.
Seperti tanpa rasa beban yang berserakan diotaknya Daehyun mulai bersenandung dalam kesendiriannya, bersenandung lagu yang menggambarkan tentang dirinya, menggambarkan bahwa dia sedang kehilangan seseorang yang pernah mengisi relung hatinya. Kehilanagn seseorang yang seperti malaikat baginya.
Suara lembutnya tlah melantun dengan indahnya diruangan tersebut hingga membuat sang Malaikat terbangun dari tidurnya.

♪♪♪♪ Cheonsa gateun neo
naega saraganeun iyuneun neoya
dasi mot bol geot gata jeongmal jugeul geot gata
nareul saranghaejul sarameun neoya
eodum sogeseo nareul bichwojwo
look at me now (now) came to me now (now)
dasi naege dorawa eottoke saragani nan
look at me now (now) came to me now (now)
maeil niga eobsi nan eottoke saragani nan ♪♪♪♪

Tanpa menunggu lama akhirnya Yeon Hee melangkah menuruni tangga dengan keadaan yang masih sedikit kacau. Senyap-senyap dia mendengar apa yang sedang Daehyun nyanyikan. Lagu itu? Kenapa lagu itu sangat manis ditelinganya dan membuatnya ikut terhanyut dalam nyanyian yang Daehyun ucapkan. Yeon Hee termenung saat dia melihat Daehyun yang sedang bercermin. Hatinya sedikit terasa aneh saat melihat dia (Daehyun).
“apa ini? Kenapa aku seperti ini? Apa seorang malaikat sepertiku juga bisa merasakan apa itu rasanya berdegup? Apa aku juga memiliki hati seperti manusia? Ini aneh? Tapi kenapa aku sangat gugup saat mendengarkan nyanyiannya? Apa aku mulai merasakn bahwa hatiku ikut bergetar? Ini sangat aneh dia hanya seorang manusia biasa dan aku tidak boleh seperti ini karena aku adalah Malaikat.”

“apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Yeon Hee sekilas saat dia sudah sedikit tenang dengan perasaannya.
“kau sudah bangun” jawab Daehyun masih bercermin.
“apa kau akan pergi?”
“aku akan ke Busan hari ini, ap..?”
“apa itu Busan apa itu makanan?” potong Yeon Hee.
“aku kira kau malaikat yang pandai tapi? Ah ini sangat mengerikan” tutur Daehyun yang sambil memandang Yeon Hee dari tempatnya berdiri.
“apa kau sedang meremehkanku lagi?” ujar Yeon Hee yang berjalan mendekat ke tempat Daehyun.
“a..aniya?? Ani?? Apa kau mau ikut?” Ajak Daehyun.
‘ ‘ ‘ ‘
“entah kenapa aku selalu memandangnya dalam diam, senyum yang slalu dia lontarkan membuatku sedikit gugup saat bersamanya. Aku slalu berfikir apa dia juga merasakan hal yang sama sepertiku? Apa hanya aku seorang yang merasakan getaran ini. Bahkan saat ini aku benar-benar gugup dibuatnya. Sangat gugup hingga diriku ingin berlari . Berlari meninggalkan dirinya dan berteriak sekencang-kencangnya agar aku sedikit lebih nyaman. Tapi ini tidak mungkin untukku.” gumam Daehyun dalam hatinya dengan melihat wanita yang sedang merengkuh lengannya saat ini.
Saat ini, mereka sedang berjalan beriringan di Bandara Seoul. Gadis ini benar-benar senang. Dalam dercak kekagumannya Yeon Hee berjalan dengan merengkuh salah satu lengan Daehyun tapi dia sama sekali tak memandang orang yang ada di sebelahnya dia hanya mengedarkan pandangnnya keseluruh ruangan tersebut. Langkahnya pun terhenti saat itu juga, saat dia menemukan sebuah poster yang terpajang disalah satu tembok ruang tunggu tersebut.
“siapa dia?” dercak Yeon Hee yang mampu membuat Daehyun memandangnya lagi.
“dia artis Hollywood, Justin Bieber.” ujar Daehyun sambil melihat poster yang juga dilihat oleh Yeon Hee. Yeon hee hanya mengangguk lirih kepalanya.
“dia cukup tampan?” ucap Yeon Hee. “oh?? Ada apa itu? Kenapa banyak orang disana. Daehyun-ssi ayo kita melihatnya aku ingin kesana,” ajak Yeon Hee sambil menarik lengan Daehyun.
Mereka berjalan menuju kerumunan tersebut. Teriakan demi teriakan mulai terdengar cukup keras dikerumunan tersebut.
“oh..., bukankah dia sama dengan yang ada di dinding?” tanya Yeon Hee saat dia melihat siapa yang berada ditengah kerumunan tersebut, “tapi? Apa yang dia lakukan, Daehyun-ssi apa kamu tau?”
“ani...,” balas Daehyun.
“Justinnn!! I Love You,”
“How Are You Justin,”
“Justin. Justin Will You Marry Me Justin. A...,?”
Teriakan demi teriakan saling menyahut satu demi satu diantara kerumunan tersebut. Kerumunan yang cukup banyak dan memenuhi pintu keluar.
Dari jauh seorang wanita berjalan mendekati Justin dengan elegannya dia melangkah dengan Sexy dengan dua Bodyguard dibelakangnya. Berjalan menerobos keruman tersebut. Kerumunan yang penuh dan sesak.
“siapa wanita itu?” tanya Yeon Hee saat melihat wanita tersebut berjalan dengan sangat santai.
“dia cucu tunggal dari pemilik SM Ent. Lee Min Ah?” ucap Daehyun yang memandang Min Ah.
“apa dia cucu dari Lee Taesung?”
“ani, Lee Taesung adalah pendiri TS Ent. Apa kau tak tau SM Ent,”
“aku tidak tau itu, yang aku ketahui hanya Kim Himchan dari TS Ent. Ah..., dia sangat tampan”
Lee Min Ah melepas kaca mata hitam yang dia kenakan dengan tersenyum cerah menghampiri Justin. Kerumunan pun semakin histeris dengan datangnya Lee Min Ah yang mendekati Justin. Justin tersenyum kearah Min Ah dan merengkuh gadis tersebut dalam pelukannya dan mencium kening Sang gadis. Justin merengkuhnya dalam-dalam.
“how are you Baby” sapa Justin saat pertama dia memeluk Min Ah.
Dalam dekapannya Min Ah hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Yang membuat teriakan dikerumunan tersebut semakin histeris, karena kemesraan tersebut.
“tapi ada hubungan apa diantara mereka?” tanya Yeon Hee lagi.
“mereka adalah tunangan, bukankah terlihat mereka serasi?”
“tidak mereka tidak serasi, aku tidak menyukai mereka. Bahkan aku lebih cantik dari dia, dan juga lebih kuat dari Min Ah, kenapa dia memilih Min Ah dari pada aku?” ucap Yeon Hee yang sedikit emosi.
“apa kau suka pada Justin?”
“kenapa tidak, dia tampan, dia juga seorang artis Internasional, kenapa aku tidak menyukainya?”
Yeon Hee berjalan meninggalkan kerumunan tersebut dengan langkahnya yang kesal. Daehyun mengejarnya dan menyamakan langkahnya dengan langkah milik Yeon Hee.
Daehyun hanya tersenyum melihat kekesalan yang sedang dialami oleh Yeon Hee. Daehyun tersenyum dengan manis saat ini. Sesaat Daehyun berhenti berjalan dan senyumnya pun lenyap seketika dari bibirnya.
“oppa?” ucap seseorang di depan Daehyun. “apa ini Daehyun oppa?” tanya wanita tersebut yang ternyata adalah orang yang slalu ada difikirannya (Yumi). Daehyun terpaku ditempatnya dan menatap Yumi dan seorang laki-laki yang berdiri disampingnya.
Daehyun melihat tangan Yumi yang menggandeng lengan laki-laki tersebut, tanpa sengaja Daehyun melihat jari Yumi yang sudah tersemat sebuah cincin pasangan. Daehyun benar-benar terpaku sekarang dia tak tau harus berbuat apa saat ini di depan wanita yang selama ini dia tunggu. Wanita yang amat dia sayangi selama ini, wanita yang tak pernah sekalipun dia lupakan. Tapi, saat dia datang kembali dia sudah milik orang lain.
“oppa? Annyeong?” sapa Yumi lagi. Daehyun hanya tersenyum getir menanggapi sapaan Yumi. “oh?? Siap dia? Apa dia kekasih oppa saat ini?” lanjut Yumi yang melihat Yeon Hee disamping Daehyun.
“ah..., perkenalkan dia Nathan Kim, dia tunanganku,” ucap Yumi yang benar-benar tak memperhatikan perasaan dan raut wajah Daehyun yang berubah seketika. “apa kalian juga pasangan?” tanya Yumi lagi.
Daehyun tak menjawab pertanyaan Yumi. Perlahan Daehyun menurunkan tangan Yeon Hee dan berjalan meninggalkan mereka bertiga tanpa satu katapun. Yeon Hee berlari mengejarnya. Mengejar Daehyun yang berjalan dengan cepat.
“Daehyun-ssi, tunggu aku!” teriak Yeon Hee.
Yumi berbalik melihat Daehyun dan Yeon Hee yang semakin menjauh darinya. Dia mematung ditempatnya karena teriakan Yeon Hee. Sekarang dia tau bahwa Daehyun masih menunggunya tapi dia? Dia sudah bersama lelaki lain.
‘ ‘ ‘ ‘
Daehyun berada di rumahnya saat ini, dia tak jadi pergi lantaran kejadian tadi. Kejadian yang membuatnya merasa marah, jengkel dan sakit. Daehyun berjalan dengan cepat hingga dia tiba di depan Miniatur Rumahnya Daehyun menatapnya lama, menatap miniatur tersebut.
Daehyun menatap lekat-lekat Miniatur Rumah tersebut. Tanpa alasan yang jelas tiba-tiba *PRANKKK* Daehyun membanting miniatur tesebut hingga terbagi menjadi beberapa bagian. Daehyun hanya melihatnya dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja di pipinya. Dengan rasa kecewa dan marah akan dirinya dimasa lalu Daehyun tak bisa berbuat apa-apa lagi, kecuali menyesalinya betapa bodohnya dia disaat itu. Betapa bodohnya dia melangkah meninggalkan Yumi seorang diri diatap.
Yeon Hee melihat apa yang sedari tadi dilakukan oleh Daehyun, dia tau apa yang dirasakan oleh Daehyun dan dia juga tau betapa pedulinya Daehyun menjaga Miniatur Rumah tersebut. Daehyun benar-benar hancur saat ini. Hatinya benar-benar terasa tercabik-cabik.
‘ ‘ ‘ ‘
Ini adalah pagi yang panjang bagi Daehyun dan pagi yang membuatnya hancur. Daehyun berjalan tak tentu arah dan dia benar-benar seperti seorang yang kehilangan akalnya. Daehyun benar-benar hancur saat ini. Saat dimana dia mulai menata hidupnya kembali, dia harus bertemu dengan orang yang selalu ada diotaknya. “apa ini sebuah balasan? Balasan yang begitu menyakitkan. Kenapa ini harus terjadi pada diriku. Apa ini sebuah karma karena aku meninggalkannya. Tuhan kenapa ini sangat berat bagiku, saat aku mulai memberi harapan besar padanya dia datang lagi, tapi dia tak sendiri saat ini dia datang dengan orang yang dia sukai, dan orang yang lebih pantas darinya. Apa yang harus aku lakukan saat ini Tuhan?”
Daehyun menatap ruang seninya dia melangkah ketempat Lokernya terletak. Tak lama Daehyun pun membuka lokernya yang semua adalah lukisan wajah Yumi. Selama ini Daehyun hanya melukis Yumi semata-mata untuk menggantikan sosok Yumi aslinya. Daehyun menghela nafas panjang sebelum dia mulai mengambil satu persatu lukisan tersebut.
Daehyun berbalik membawa semua lukisan tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat seseorang wanita berdiri didepannya.
“oppa?” ucap wanita tersebut. Daehyun tak menjawab dan dia melangkah pergi lagi. Namun, lagi-lagi Yumi menghalangi jalannya. “apa kau menungguku selama ini? Apa kau bodoh!” bentak Yumi. Lagi-lagi Daehyun tak menjawab dan akan melangkah pergi lagi.
“ini juga sulit untukku Jung Daehyun. Ini benar-benar sulit!” teriak Yumi membelakangi Daehyun. Daehyun berhenti melangkah dia mematung ditempatnya saat Yumi berteriak dibelakangnya. Mata Yumi sudah basah karena kesalahannya, kesalahannya dimasa lalu dan kesalahannya dimasa sekarang. Dengan mengusap pipinya yang basah dia berbalik menatap punggung Daehyun.
“aku tau kamu pasti sangat terkejut saat dibandara tadi tapi, kenapa kamu tidak berkata satu pun untukku tentang dia?” ucap Yumi yang sedikit lebih tenang.
“apa itu masih menjadi urusanmu? Aku senang kau akan menikah dengan orang yang benar-benar kamu sukai, kagumi dan sangat kau cintai, chukkae Yumi” ucap Daehyun yang masih membelakangi Yumi.
“apa? Apa itu ucapan selamat untukku?” ucap Yumi “Huh..! Ini benar-benar aneh. Apa kamu yakin kamu akan benar-benar melepasku bersamanya setelah sekian lama kamu menantiku?” lanjut Yumi.
“hemm” sahut Daehyun yang masih membelakangi Yumi.
“lalu kenapa kau masih berkata membelakangiku? Aku akan kembali jika kamu menginginkannya, aku akan melepasnya jika kamu ingin, kita bisa mulai kembali seperti dulu Daehyun?” ucap Yumi sambil terisak dalam tangisnya.
Daehyun mendengar isakan tersebut dan dia berbalik menatap Yumi. Daehyun mendekat ke Yumi dan dia meletakkan Lukisannya dan mulai membelai pipi Yumi dengan lembut.
“jangan menangis Yumi.”
Yumi menegadahkan kepalanya menatap Daehyun saat Daehyun memegang kedua pipinya. Daehyun tersenyum memandang Yumi. Dengan tatapan sendunya Yumi hanya mengangguk pelan.
Sedikit demi sedikit Daehyun mendekatkan badannya ke Yumi. Dengan pelan wajahnya mulai mendekati wajah Yumi. Yumi mulai menutup mata basahnya karena tangisannya dan Daehyun mencium lembut bibir Yumi. Ciuman yang begitu lembut hingga membuat keduanya terhanyut dalam ciuman itu....
‘ ‘ ‘ ‘
Note:
#apa arti dari ciuman ini?? Apa Daehyun akan kembali lagi dengan Yumi dan membuat cinta mereka yang sempat terpisah?? Tapi bagaimana dengan degup jantungnya saat dia berada didekat sang Malaikat Cantik? Kita nantikan di Chaptered selanjutnya...
#See You Next Time...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar