H
a r i T e r a k h i r D e n g a n M u
Author Yolan
(Facebook: Elvent rabbit Yummy)
FAEL.Haryanto
“Kamu kenapa??” Tanya nya menghampiriku.Aku hanya menatap datar layar
yang memunculkan gambar film yang sesungguhnya sudah membuatku bosan dalam
setengah jam terakhir.“Hey… Jawab aku…”Ia pun duduk di sofa.“…”aku masih tidak
bergeming dalam kegiatan yang aku akui itu sangatlah membosankan dan
menyebalkan.“..Jawab aku..”katanya sekali lagi dengan nada yang terdengar
kesal.“Sudahlah…Jangan ganggu aku…”kataku yang mulai terusik. “Kamu
marah?”katanya dengan senyuman menggoda.“Apaan sih?”kataku dan masih menatap
layar yang menjenuhkan itu.“Hey…Seberapa menarikkah sesuatu yang ada di layar
itu?Bukankah itu sungguh membosakan?Lihatlah aku..”katanya masih
menggodaku.“Yang jelas..sesuatu itu lebih menarik dibandingkan kamu..”kataku
menyingkirkan wajah nya yang menghalangi Tv.“Jangan berbohong…Aku yakin…kau
pasti sudah jenuh dengan film itu…Kau hanya berpura pura saja kan??”
katanya.“Tidak…Memangnya kau tahu dari mana?sok tahu..”kataku.“Hahaha… tentu
aku tahu sayang…kau menguap beberapa kali…Itu tanda nya film tersebut sangat
membosankan..”katanya menatapku.“Ehm…itu karna..sekarang sudah malam…Jadi wajar
saja aku mengantuk..Lihatlah jam.. sudah pukul berapa hah?”kataku sambil
menunjukan jam dinding yang melihatkan pukul 12 malam. “Ah..Ok..aku tahu
itu..tapi..Jika film itu seru..sengantuk ngantuknya kau…pasti akan tetap
terjaga.. Semua manusia pasti akan seperti itu…”katanya sambil memegang
daguku.“Ih..!Kau jangan menggangguku..!”kataku kesal.“Benarkah kau lebih tertarik
dengan film itu?”Tanya nya.“I…YA…” kataku meyakinkan sesuatu yang tidak ku
yakini.“Uhm..baiklah…Terserah kamu..”katanya bangkit. Aku melihatnya.“Aku
pergi…Aku tak mau mengganggu acara nonton film mu yang sebegitu
menariknya…”kata nya jutek.Seperti nya ia marah? Tapi… Bukankah seharusnya aku
yang marah? . “ Tunggu..”kataku memegang tangan nya sebelum ia
pergi.“Apa?”katanya.“Kenapa malah kau yang marah sih?Daniel..Aku gak suka
ini!!!”kataku bangkit. “Apa maksud nya?”Katanya yang tampak heran.“Kau..Jangan
pura pura tidak tahu..!!”kataku.Ia pun mengeryitkan alisnya tanda tak
paham.“Cih!!Aku benci dengan sikap mu seperti ini!!Ayolah!!!Aku gak suka seakan
akan aku marah dengan tanpa sebab!!Itu menyebalkan !! kau tahu itu??!!?”kataku kesal.“Tuh
kan…Kamu beneran marah..”jawabnya enteng.“IH!!!Kau!!Aku muak!!” kataku, dan
bergegas tuk pergi dari ruangan ini. “Tunggu…”katanya menarik tangan ku yang
membuat tidak ada jarak antara aku dan dia selain pakaian yang menyelimuti
tubuh kami.Chu~~.Ia menciumku dalam dalam.Memelukku dengan sangat erat.Aku pun
membalas ciuman nya itu dan kami pun adu lidah.Setelah beberapa menit kami
menghentikan nya karna kehabisan nafas satu sama lain.“Hah…Hah..”kataku menarik
nafas kasar. “Huh..!”gerutuku menatapnya dengan dingin.“Apa? Kau
menikmatinyakan?” katanya tersenyum seakan akan tampak menertawakanku ,Walau ku
tahu bukan maksudnya seperti itu. “Sudahlah…Kau menyebalkan…Kata siapa aku
menikmati nya?”kataku ketus.“Haha.. terserah..yang jelas kita sudah lama tidak
bercumbu ...Kau tahu…walaupun omongan dan pikiranmu itu berkata tak
menginginkan nya lagi…tapi bibirmu dan hati tampak jelas mengatakan hal
itu…Ciuman mu tadi sudah menunjuk kan nya…” katanya.“Cih!”kataku.Ku akui memang
aku rindu sentuhan dan belaian nya. “Jadi..?Apa yang telah membuatmu
marah?”tanyanya.“Kau…Kenapa harus dengan pria lain?”kataku menatapnya dengan
kecemburuan yang membakar hati ini.“What?”katanya menatapku.“Kenapa?Kita masih
berpacaran!!!Ingat Itu!!”kataku terdengar serak .Air mataku pun terjatuh.Ia
terdiam akupun sama begitu .Suasana pun menjadi tegang dan menghening .
“Maaf..”Kata yang keluar dari mulutnya sekian lama ia terdiam. “ Apa?
Maaf?”kataku tak percaya.“Ya..”katanya menundukkan kepala.“Untuk apa?”Tanyaku
yang sesungguhnya sudah mengerti mengapa.“Aku..Aku mencintai orang
lain…”katanya memejamkan matanya.“Anak SMA itukan?”tanyaku.Ia menaikkan
wajahnya dan menatapku”kenapa bisa tahu?”.“ Tentu saja..Akhir akhir ini aku
melihat mu sering pergi ke sekolah SMA itu…dan aku pun melihat mu bertemu
dengan nya…”Ujarku.“…”Ia hanya terdiam.“Berapa lama?Sudah berapa lama kau
menyukainya??” tanyaku. “Sejak…Dia masuk sekolah
SMA..”jawabnya.“Shit!!”responku.“Selama itu?”tanyaku.Ia hanya
mengangguk.“Jahat…Lu jahat.. ” kata ku menteskan
airmata.Sakit…Sakit…Sakit banget… aku pun memukul nya pelan. “Fael…Tenang…
Sayang.” Katanya memelukku. “Kau jahat.” Kata ku terus menangis.
“Ng..?”Aku
membuka mata. Ada apa?Apa yang terjadi?Ku lihat jendela yang sudah memberikan
hangat mentari pagi. Mimpi?apakah kemarin hanya mimpi?Ku terdiam menatap langit
langit bercat putih. Mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Kenapa? Kenapa Hati
ku masih terasa sakit?.”Ehm~~”Terdengar suara manjanya .Ku lihat dirinya yang
tertidur tenang memelukku. Matanya, Wajahnya,Lehernya,bibirnya, tawanya , suaranya
, kehangatannya …Dan ciumannya. Aku rasa aku kan merindukan itu semua.Tubuhku
tanpa sadar mendekati tubuhnya yang tengah tertidur tenang. Aku pun mendekati
bibirku ke bibirnya. Ku kecup pelan bibirnya supaya tidak membangunkan nya. “Tuhan…Aku
mencintainya..” kataku melepaskan kecupan.Ia tersenyum. Aku pun membalas
senyumnya. Tiba tiba ku lihat ia merenyitkan kedua alisnya.Tampaknya ia akan
segera sadar,aku pun bergegas tuk bepura pura tidur. Jantungku berdetak kencang.
“Hoam~~” Ia menguap. Sepertinya ia benar –benar sudah bangun.“Selamat pagi?”
Bisiknya di kupingku. Aku tak menjawab.Tangannya dengan lembut menyusuri tubuh
ku.Tiba tiba ku rasakan sesuatu yang basah mengenai punggung ku. Apa yang dia lakukan? Aku tetap berusaha menjaga
posisi tidur ku. “Ugh.. ” Rintihku merasa sakit. Karna aku rasa benda kecil itu
mengigitku. Lalu kurasakan kembali hal yang basah. Sepertinya ia menjilati ku
kembali. “Uhm..” Ku rasakan sensasi rasa sakit di bagian kemaluanku tapi itu
nikmat, dan mungkin aku takkan merasakan hal itu tuk kedua kalinya darinya.“Kau
sudah bangunkan?”katanya sedikit tertawa. Aku pun membuka kedua
mataku.“Ehm..Ya…”Jawabku dengan mulut cemberut. “Kau kenapa sayang?” Kata nya.
Aku pun memeluknya manja. “Ah~ Hari ini aku gak kuliah… Bagaimana kalau kita
bersenang senang?” Tanya nya mengubah posisi nya menjadi duduk. Membuat pelukan ku terlepas. Aku hanya terdiam melihatnya tanpa busana. Ya, Kami adalah kedua pria yang tengah terbaring
bersama di lantai dan hanya di tutupi sehelai selimut. Aku baru ingat kejadian
semalam. Itu bukan mimpi. Saat ia menarik ku kembali dalam kecupannya hingga
akhirnya kami bercumbu dan tertidur. “Bagaimana Fael? Apa Kau mau ? ” tanyanya.
Akupun menganggukkan kepalaku dengan senyum tanda setuju.“Baiklah… Jika kau
merasa sakit bilang ya?”katanya tersenyum. Ia pun masuk kedalam selimut dan
memulai semuanya dengan jilatan di kaki ku. “Aku…Aku mencintai mu…”kataku pelan
dan menikmati sensasi untuk terakhir kalinya. “Me too … Love you ...”
~END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar