Kamis, 09 Juli 2015

H a r i T e r a k h i r D e n g a n M u

H a r i T e r a k h i r D e n g a n  M u
Author Yolan
(Facebook: Elvent rabbit Yummy)

FAEL.Haryanto

“Kamu kenapa??” Tanya nya menghampiriku.Aku hanya menatap datar layar yang memunculkan gambar film yang sesungguhnya sudah membuatku bosan dalam setengah jam terakhir.“Hey… Jawab aku…”Ia pun duduk di sofa.“…”aku masih tidak bergeming dalam kegiatan yang aku akui itu sangatlah membosankan dan menyebalkan.“..Jawab aku..”katanya sekali lagi dengan nada yang terdengar kesal.“Sudahlah…Jangan ganggu aku…”kataku yang mulai terusik. “Kamu marah?”katanya dengan senyuman menggoda.“Apaan sih?”kataku dan masih menatap layar yang menjenuhkan itu.“Hey…Seberapa menarikkah sesuatu yang ada di layar itu?Bukankah itu sungguh membosakan?Lihatlah aku..”katanya masih menggodaku.“Yang jelas..sesuatu itu lebih menarik dibandingkan kamu..”kataku menyingkirkan wajah nya yang menghalangi Tv.“Jangan berbohong…Aku yakin…kau pasti sudah jenuh dengan film itu…Kau hanya berpura pura saja kan??” katanya.“Tidak…Memangnya kau tahu dari mana?sok tahu..”kataku.“Hahaha… tentu aku tahu sayang…kau menguap beberapa kali…Itu tanda nya film tersebut sangat membosankan..”katanya menatapku.“Ehm…itu karna..sekarang sudah malam…Jadi wajar saja aku mengantuk..Lihatlah jam.. sudah pukul berapa hah?”kataku sambil menunjukan jam dinding yang melihatkan pukul 12 malam. “Ah..Ok..aku tahu itu..tapi..Jika film itu seru..sengantuk ngantuknya kau…pasti akan tetap terjaga.. Semua manusia pasti akan seperti itu…”katanya sambil memegang daguku.“Ih..!Kau jangan menggangguku..!”kataku kesal.“Benarkah kau lebih tertarik dengan film itu?”Tanya nya.“I…YA…” kataku meyakinkan sesuatu yang tidak ku yakini.“Uhm..baiklah…Terserah kamu..”katanya bangkit. Aku melihatnya.“Aku pergi…Aku tak mau mengganggu acara nonton film mu yang sebegitu menariknya…”kata nya jutek.Seperti nya ia marah? Tapi… Bukankah seharusnya aku yang marah? . “ Tunggu..”kataku memegang tangan nya sebelum ia pergi.“Apa?”katanya.“Kenapa malah kau yang marah sih?Daniel..Aku gak suka ini!!!”kataku bangkit. “Apa maksud nya?”Katanya yang tampak heran.“Kau..Jangan pura pura tidak tahu..!!”kataku.Ia pun mengeryitkan alisnya tanda tak paham.“Cih!!Aku benci dengan sikap mu seperti ini!!Ayolah!!!Aku gak suka seakan akan aku marah dengan tanpa sebab!!Itu menyebalkan !! kau tahu itu??!!?”kataku kesal.“Tuh kan…Kamu beneran marah..”jawabnya enteng.“IH!!!Kau!!Aku muak!!” kataku, dan bergegas tuk pergi dari ruangan ini. “Tunggu…”katanya menarik tangan ku yang membuat tidak ada jarak antara aku dan dia selain pakaian yang menyelimuti tubuh kami.Chu~~.Ia menciumku dalam dalam.Memelukku dengan sangat erat.Aku pun membalas ciuman nya itu dan kami pun adu lidah.Setelah beberapa menit kami menghentikan nya karna kehabisan nafas satu sama lain.“Hah…Hah..”kataku menarik nafas kasar. “Huh..!”gerutuku menatapnya dengan dingin.“Apa? Kau menikmatinyakan?” katanya tersenyum seakan akan tampak menertawakanku ,Walau ku tahu bukan maksudnya seperti itu. “Sudahlah…Kau menyebalkan…Kata siapa aku menikmati nya?”kataku ketus.“Haha.. terserah..yang jelas kita sudah lama tidak bercumbu ...Kau tahu…walaupun omongan dan pikiranmu itu berkata tak menginginkan nya lagi…tapi bibirmu dan hati tampak jelas mengatakan hal itu…Ciuman mu tadi sudah menunjuk kan nya…” katanya.“Cih!”kataku.Ku akui memang aku rindu sentuhan dan belaian nya. “Jadi..?Apa yang telah membuatmu marah?”tanyanya.“Kau…Kenapa harus dengan pria lain?”kataku menatapnya dengan kecemburuan yang membakar hati ini.“What?”katanya menatapku.“Kenapa?Kita masih berpacaran!!!Ingat Itu!!”kataku terdengar serak .Air mataku pun terjatuh.Ia terdiam akupun sama begitu .Suasana pun menjadi tegang dan menghening .
“Maaf..”Kata yang keluar dari mulutnya sekian lama ia terdiam. “ Apa? Maaf?”kataku tak percaya.“Ya..”katanya menundukkan kepala.“Untuk apa?”Tanyaku yang sesungguhnya sudah mengerti mengapa.“Aku..Aku mencintai orang lain…”katanya memejamkan matanya.“Anak SMA itukan?”tanyaku.Ia menaikkan wajahnya dan menatapku”kenapa bisa tahu?”.“ Tentu saja..Akhir akhir ini aku melihat mu sering pergi ke sekolah SMA itu…dan aku pun melihat mu bertemu dengan nya…”Ujarku.“…”Ia hanya terdiam.“Berapa lama?Sudah berapa lama kau menyukainya??” tanyaku. “Sejak…Dia masuk sekolah SMA..”jawabnya.“Shit!!”responku.“Selama itu?”tanyaku.Ia hanya mengangguk.“Jahat…Lu jahat.. ” kata ku menteskan airmata.Sakit…Sakit…Sakit banget… aku pun memukul nya pelan. “Fael…Tenang… Sayang.” Katanya memelukku. “Kau jahat.” Kata ku terus menangis.
“Ng..?”Aku membuka mata. Ada apa?Apa yang terjadi?Ku lihat jendela yang sudah memberikan hangat mentari pagi. Mimpi?apakah kemarin hanya mimpi?Ku terdiam menatap langit langit bercat putih. Mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Kenapa? Kenapa Hati ku masih terasa sakit?.”Ehm~~”Terdengar suara manjanya .Ku lihat dirinya yang tertidur tenang memelukku. Matanya, Wajahnya,Lehernya,bibirnya, tawanya , suaranya , kehangatannya …Dan ciumannya. Aku rasa aku kan merindukan itu semua.Tubuhku tanpa sadar mendekati tubuhnya yang tengah tertidur tenang. Aku pun mendekati bibirku ke bibirnya. Ku kecup pelan bibirnya supaya tidak membangunkan nya. “Tuhan…Aku mencintainya..” kataku melepaskan kecupan.Ia tersenyum. Aku pun membalas senyumnya. Tiba tiba ku lihat ia merenyitkan kedua alisnya.Tampaknya ia akan segera sadar,aku pun bergegas tuk bepura pura tidur. Jantungku berdetak kencang. “Hoam~~” Ia menguap. Sepertinya ia benar –benar sudah bangun.“Selamat pagi?” Bisiknya di kupingku. Aku tak menjawab.Tangannya dengan lembut menyusuri tubuh ku.Tiba tiba ku rasakan sesuatu yang basah mengenai punggung ku. Apa yang dia lakukan? Aku tetap berusaha menjaga posisi tidur ku. “Ugh.. ” Rintihku merasa sakit. Karna aku rasa benda kecil itu mengigitku. Lalu kurasakan kembali hal yang basah. Sepertinya ia menjilati ku kembali. “Uhm..” Ku rasakan sensasi rasa sakit di bagian kemaluanku tapi itu nikmat, dan mungkin aku takkan merasakan hal itu tuk kedua kalinya darinya.“Kau sudah bangunkan?”katanya sedikit tertawa. Aku pun membuka kedua mataku.“Ehm..Ya…”Jawabku dengan mulut cemberut. “Kau kenapa sayang?” Kata nya. Aku pun memeluknya manja. “Ah~ Hari ini aku gak kuliah… Bagaimana kalau kita bersenang senang?” Tanya nya mengubah posisi nya menjadi duduk. Membuat pelukan ku terlepas. Aku hanya terdiam melihatnya tanpa busana. Ya, Kami adalah kedua pria yang tengah terbaring bersama di lantai dan hanya di tutupi sehelai selimut. Aku baru ingat kejadian semalam. Itu bukan mimpi. Saat ia menarik ku kembali dalam kecupannya hingga akhirnya kami bercumbu dan tertidur. “Bagaimana Fael? Apa Kau mau ? ” tanyanya. Akupun menganggukkan kepalaku dengan senyum tanda setuju.“Baiklah… Jika kau merasa sakit bilang ya?”katanya tersenyum. Ia pun masuk kedalam selimut dan memulai semuanya dengan jilatan di kaki ku. “Aku…Aku mencintai mu…”kataku pelan dan menikmati sensasi untuk terakhir kalinya. “Me too … Love you ...”


~END~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar