Rabu, 08 Juli 2015

Kebahagiaan dalam luka

Author Pratiwi252
(Facebook: Rika pratiwi)

Summary :  Terkadang kita selalu merasa takdir tak berpihak kepada kita,merasa tidak adil dengan jalan yang tuhan berikan,tapi di balik semua luka yang mewarnai detik langkah kehidupan.  Pasti disana terdapat secercah kebahagian walaupun itu dalam balutan perihnya sebuah luka.

        Seorang gadis berambut panjang sebahu berjalan dengan langkah pelan menuju sebuah pintu bercat putih gading di hadapannya,dengan langkah pelan dia memutar kenop pintu itu dan membuka pintu bercat putih gading itu sepelan yang bisa dia rasa.
TAP!
TAP!
Pelan! Dia berjalan sepelan yang dia bisa saat memasuki sebuah ruangan yang terlihat remang dan cukup gelap. Melirik sekilas pada samping kanan,dapat terdengar dengkuran halus dari seorang pria yang tengah terlelap dalam balutan selimut tebal yang sangat hangat “Tuan muda saat nya bangun!” Dengan lembut dia mengguncangkan bahu pria yang sama sekali tak memperlihatkan reaksi apapun “Tuan Muda ini sudah pagi...” Lagi dia mencoba membangunkan pria yang merupakan majikannya itu cukup keras, tapi baik yang pertama maupun sekarang tidak ada sama sekali reaksi dari pria yang masih terlelap dalam mimpi indahnya yang tak mau dia tinggalkan.
SREK!!!
    Merasa tak ada pilihan lain gadis berambut indah itu berjalan menuju jendela di depannya dan menyibabkan tirai kamar itu,hingga membuat seluruh cahaya masuk memenuhi sudut kamar yang awalnya terlihat remang kini mulai terang dimasuki cahaya matahari pagi.
  “Kau sangat mengganggu Fransiska!!!” Mata itu terbuka dan memperlihatkan mata tajamnya dengan wajah tidak senang menatap gadis mungil didepannya dengan sinis “Maaf tuan muda kita bisa terlambat..” Gadis itu hanya dapat menundukan kepalanya,hingga poni tebal itu menutupi mata dan wajah cantiknya “Keluar sana!!!” ketus pria itu membalikan posisi tidurnya seakan tak ingin bangkit dari ranjang king size mewahnya.
      “Aku tahu! Aku tak akan tidur lagi jadi cepat keluar dan siapkan pakaian ku sekarang!!!” Gertak Pria itu seolah tahu apa arti tatapan Fransiska padanya, dengan wajah kesal dia menyibakkan selimutnya dan berjalan memasuki kamar mandinya.
‘Seandainya saja kau bukan anak Tuan dan Nyonya besar,sudah habis kamu di tanganku!!! Dasar manusia menyebalkan!!!’ Batin Fransiska menatap pintu kamar mandi dengan kesal,dia tahu siapa dia sebenarnya,dia juga sadar akan posisinya tapi sebagai seorang manusia dia juga ingin di perlakukan adil walaupun dia hanya anak seorang  pembantu ‘Tak bisakah kalian tak memperlakukanku sebagai budak,eoh’ Kini tatap matanya berubah sendu dan seakan tersirat sebuah luka disana.

     Sebuah luxas putih terpakir dengan tenang di area parkir sebuah gedung sekolah mewah dan megah, tampak terlihat seorang gadis berambut panjang sebahu membuka pintu mobil mewah itu dengan tenang seraya menyampirkan tas selempangnya “Hay budak jangan lupa selesaikan tugas biologiku sebelum jam istirahat pertama habis” Lalu dengan tiba-tiba seorang tampan yang tidak terlalu tinggi merangkul bahunya dan terlihat begitu mesra “Iya tuan muda Alexs saya tidak akan lupa” Ucap pelan gadis itu masih menundukan kepalanya .
FRANSISKA!!
    Dengan kencang segerombolan siswa wanita meneriaki nama Fransiska seraya melambaikan tangannya dan tersenyum padanya yang kini tengah menyinggungkan senyuman yang entah apa itu artinya pada mereka semua “Sudahlah Alexs ini saatnya si aktris memerankan perannya menjadi anak orang kaya bukannya seorang anak pembantu” Ketus seorang pria yang memiliki paras yang sama persis seperti pria yang tengah merangkul Fransiska, hanya saja dia lebih tinggi dan memiliki garis wajah yang lebih tegas “Ah iya! Beraktinglah yang baik budak ku!!!” Alexs nama pria yang merangkul Fransiska itu melepaskan rangkulannya,dengan lembut dia mengacak-acak poni tebal gadis cantik yang sejak tadi menundukan kepalanya.
   Tonny menatap Fransiska tajam “Kak cepatlah!!” Seru Alexs saat mengetahui  kakak kembarnya hanya berdiri diam seraya menatap Fransiska tajam “Iya aku tahu!!” Seru Tonny dengan  nada tidak suka membalas seruan adik kembarnya yang sudah beberapa meter didepan nya “Dasar Artis!!” Cibir Tonny saat dia melewati Fransiska yang masih tertunduk menyembunyikan ekspresi wajahnya saat ini.
         ‘Kyaaaaaaaaa!!!!! Dasar setan kembar,lihat saja nanti akan ku bunuh kalian!!!!!!’
 Jerit Fransiska dalam hati seraya mengacak-acak rambut indahnya dengan kesal.
       Seorang gadis berambut hitam lurus tengah berjalan mondar-mandir di hadapan temannya yang tengah berkutak dengan buku catatan yang berada diatas meja nya “Yak Hokania!! Berhentilah mondar-mandir di hadapanku!!!” Merasa terganggu dengan tingkah gadis itu, gadis yang tengah sibuk dengan buku catatan itu berseru dengan kesal pada gadis yang tadi mondar-mandir itu.
    “Fransiska aku harus bagaimana?” Tanya Hokania dengan raut wajah bingung dan begitu kalut,kini dia sudah terduduk diam di depan Fransiska yang kini kembali berkutat dengan buku catatan tersebut “Itu salah mu sendiri Hokania kenapa 2 soal terakhir itu tidak kau isi?” Celetuk Fransiska dengan sangat santainya seraya menutup buku catatan yang merupakan buku tugas dari salah satu anak majikannya itu.
                       PLAK!!
“Awww..... sakit!!! Nia ini sakit tahu!!!” Seru Fransiska meringis memegangi jidatnya, karena  dengan tiba-tiba saja di pukul cukup keras oleh Hokania yang berada didepannya “Rasakan itu!! Sahabatmu ini tengah dalam masalah,kamu malah memperkeruh masalah itu. Cih! Sahabat macam apa?” Gerutu Hokania dengan kesal tanpa sedikit pun merasa bersalah telah membuat jidat sahabatnya itu memerah karena pukulannya yang cukup sadis tadi.
     “Ya sudah mulai malam ini sampai ayah mu pergi ke Thailand kau tidurlah di tempatku,bagaimana?” Hokania menatap Fransiska dengan wajah berbinar saat sahabatnya itu menawarkan rumahnya untuk dia tidur malam ini dan besok “Tapi apa boleh?” Sejenak dia terpikir akan satu hal dan itu membuatnya ragu untuk mengambil keputusan itu. “Iya, kau kan tidur di rumahku bukan di rumah Tuan besar” Seakan tahu apa yang ada di pikiran Hokania, Fransiska menjawab keraguan itu dengan pasti.
   “Terima kasih Frans, kau sangat baik. Aku sayang padamu...” Dengan tiba-tba Hokania langsung memeluk Fransiska dengan sangat erat,bahkan begitu eratnya pelukan Hokania membuat Fransiska merasa kesulitan untuk bernapas karenanya “Uhuk!! Iya Fransiska memang sangat baik...” Ujar Fransiska dengan penuh percaya dirinya,seraya berusaha  melepaskan pelukan Hokania yang semakin lama semakin mencekiknya saja “Iya sahabatku ini memang sangat baik..” Dengan sengaja Hokania semakin mempererat pelukannya “Yak! Hokania! Lepaskan apa kau mau membunuhku eoh?”  Dengan kasar dan sedikit mendorong Nia yang memeluknya begitu erat.
  “Uhuk! Uhuk! Yak Hokania apa kau benar-benar ingin membunuhku?” Dengan cukup keras Fransiska mendorong tubuh Hokania yang tadi memeluknya sangat erat “Kekeke.... Bagaimana kau bisa tahu Fransiska?” Hokania tertawa sekilas lalu menatap Fransiska tajam. Fransiska yang di tatap seperti itu hanya terdiam bergidik ngeri merasa aura setan seketika saja memenuhi ruang kelas yang mereka tempati “Kau sudah gila Hokania!!! Menjauh lah!!!” Fransiska berseru dengan kencang lalu berlari meninggalkan Hokania yang terkikik geli seraya mengejar sahabat karibnya tersebut.
“Fransisk kemarilah! Fransiska!!”
“Tidak mau kau sudah gila Hokania Maru!!” Fransiska terus saja berlari menjauh dari Hokania yang terus saja mengejarnya tanpa henti.
Fransiska terus saja berlari tanpa memperhatikan arah depan, dan seseorang yang berada di depannya hingga!
BRUK!!
    “Sakit!!! Pantatku!!!” Ringis Fransiska yang terjatuh dengan pantat terlebih dahulu mencium tanah “yak!! Apa kau bo—, Uwi-oppa”  Tadinya Fransiska akan berteriak sambil memarahi orang yang tadi dia tabrak hingga membuatnya terjatuh dengan begitu indah.
 “Hahahahha....... Bagaimana rasanya Fransiska??” Bukannya menolong Fransiska dari rasa malu, Hokania malah meledek Fransiska,  seraya tertawa puas melihat  penderitaan sahabatnya tersebut, “Kau akan mati nanti Hokania” Desis Fransiska pelan menatap  Hokania dengan tatapan membunuh andalannya lalu menunduk malu di depan pria  yang dia cintai.
   “Kau tidak apa-apa?” Pria  berkharisma kuat itu berjongkok lalu meraih tangan mungil Fransiska dan membantunya berdiri “Iya Kak...” Fransiska mengangguk canggung “Ayo! Aku tadi mencarimu kenapa terlambat?” Ucap pria  yang bernama lengkap Nakajawa Sishuwi tersebut dengan nada datar “Aku tadi habis mengejarkan tugas yang belum selesai kak,” Jawab Fransiska begitu lembut menatap pria yang berwajah dingin di depannya “Yasudah ayo!” “Iya Kak..” Ucap Fransiska hanya dapat tersenyum mendapat perlakuan dingin dari namja yang berstatus kekasihnya tersebut.

“Dasar troublemaker”

Cibir  Nia yang masih dapat didengar oleh Uwi yang berjalan beberapa langkah dari mereka “Hokania” Bisik Fransiska yang merasa kalau kekasihnya itu mendengar apa yang Nia ucapkan “Baiklah aku tutup mulut” Ucap Nia lalu pergi meninggalkan Fransiska disana “Hem...” Fransiska menghela napas berat lalu berjalan mengikuti kekasihnya.

       Angin berhembus ringan menerbangkan helaian indah rambut kedua gadis  yang tengah menikmati waktu istirahat mereka “Win, aku masih bingung dengan apa yang tadi Mr. Joe ajarkan? ” Ucap Nurul seraya membuka kotak bekalnya “Nanti aku ajarkan lagi sekarang ini aku sangat lapar cepat buka kotak bekalnya aku mau makan!!!” Ucap Wiwin lalu merebut kotak bekal milik Nurul “Yak!! Buka saja kotak bekal milikmu” Nurul kembali merebut kotak bekal miliknya “Cihh! Dasar tante  pelit” Cibir Wiwin lalu membuka kotak miliknya.
  “Hay-hay ada apa ini sepertinya kalian bertengkar lagi” Tanya seorang pria yang ikut bergabung dengan mereka “Bukan urusanmu!!” Seru  Wiwin dan Nurul kompak “Kalian kalau sedang marahan terlihat sangat galak yak??” Kata Yesung kembali menggoda kedua gadis  cantik di sampingnya “Berisik!!” Kembali Nurul dan Wiwin berseru  dengan kompak “Aku sangat lelah princess” Ucap Yesung menyandarkan kepalanya di bahu mungil Nurul dengan sangat manja

DEG!

 Entah kenapa tiba-tiba saja Wiwin terdiam melihat kejadian tersebut “Kenapa?” Tanya Nurul begitu lembut dia membelai helaian lembut rambut hitam Yesung “Entahlah” Jawab Yesung meraih tangan Nurul dan

CUP!

 Dia mencium punggung tangan Nurul

CKIIIITTT........

 Entah kenapa Wiwin Merasa Dadanya terasa di hujani ribuan jarum begitu sakit dan perih, matanya memanas dia mencoba memalingkan pandangannya dari adegan yang begitu menyakiti hatinya ‘Yang kuat Win!’ Batin Wiwin mencoba untuk tidak menangis kembali “Ehem..” Suara deheman seorang pria membuat adegan mesra Nurul dan Yesung terhenti dengan malas Yesung menjauhkan kepalanya dari bahu mungil kekasihnya “Kak Uwi, kau tidak sopan!!” Bisik Fransiska karena dengan tidak sopannya sang kekasih mengganggu sepasang kekasih yang tengah bermesraan “Tahu katanya ketua osis punya sopan santun gak?” Cibir Yesung lalu melahap sebuah sushi dihadapannya “Aku tak punya urusan denganmu!” Ucap Uwi begitu datar dia menatap Chris Nurul dengan tatapan yang sulit diartikan,
   “Lagian kalian juga tidak sopan, masa pacaran didepan orang jomblo kasihan sekali!!” Kata Fransiska membuat Wiwin yang merasa terledek langsung melemparkan bekas air mineral tepat ke arah samping kepala Fransiska “Yak! Sakit!!” Ringis Fransiska memegangi kepalanya “Dasar!! Panda kau sudah mau mati hah?!!” Ucap Wiwin membuat Fransiska langsung ciut dan memilih berlindung dibalik punggung lebar kekasihnya “Sudah-sudah jangan bertengkar disini. Ada apa kemari Fransiska?” Ucap Nurul mencoba melerai perkelahian antara Fransiska dan Wiwin “Kak Uwi punya urusan denganmu,benarkan Kak?” Kata Fransiska lalu melirik pria  disampingnya yang tengah menatap dalam pada sahabatnya sendiri Chris Nurul “Kakak...” Ulang Fransiska karena Uwi masih asyik memandangi Nurul dengan tatapan yang begitu menyakitkan bagi Fransiska.
   “Ah? Iya, aku menunggu di ruang osis karena akan diadakan rapat osis sebentar lagi” Ucap Uwi setelah tersadar dari lamunannya dan langsung berbicara dengan nada datar seperti biasa “Aku akan kesana 15 menit lagi” Ucap Nurul seraya melirik jam tangan berwarna softblue yang melingkar cantik di lengan putih mulusnya “Baiklah, jangan sampai terlambat. Ayo  Fransiska!” Ucap Uwi lalu menarik tangan Fransiska untuk mengikutinya, “Ah? Iya Kak,Nurul Wiwin aku duluan yak? Nanti pulang sekolah di tempat biasa jangan lupa” Ucap Fransiska seraya melambaikan tangannya “Iya,panda!!” Seru Wiwin dan Nurul bersamaan seraya membalas lambaian tangan Fransiska yang mulai menjauh dari pandangan mereka, tanpa keduanya sadari pria  yang berada di samping mereka tengah memandangi mereka dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan,seperti menyadari satuhal dari perkataan Fransiska tadi pria  tersebut hanya terdiam sambil memandangi kedua gadis tersebut sangat dalam terutama pada Win Sandara ‘Maaf,Maafkan aku  win. Bukan maksudku melukaimu’ Batin nya lalu tersenyum pahit.


          Fransiska masih tetap mengikuti kekasihnya dengan setia tanpa merasa lelah sedikitpun “Aku rasa sampai disini saja” Ucap Uwi dengan dingin lalu melepaskan genggaman tangannya dari Fransiska dan pergi menjauh tanpa sedikitpun berbalik untuk melihat Fransiska yang dia tinggalkan.
TES!
   Tetesan cristal bening itu kembali mengalir tanpa Fransiska perintahkan “Hah... Kamu harus kuat Fransiska jangan lemah! Jangan menyerah! Fransiska kamu harus kuat hiks..” Isak Fransiska seraya  memukuli dadanya yang terasa sesak dan begitu perih,dia masih tetap menundukan kepalanya menyembunyikan linangan airmata yang membasahi pipinya “Dasar bodoh!! Apa  kau masih akan bertahan dengan si troublemaker itu hah?? Mau sampai kapan kau akan menderita seperti ini Fransiska bodoh!!” Kata seorang gadis  menghampiri Fransiska yang tengah terisak di koridor sekolah “Aku tak akan menyerah Hokania! Kak-Uwi hanya belum melihatnya saja!!” Ucap Fransiska mencoba untuk menghentikan tangisannya “Dasar bodoh!” Kata Nia lalu
 GREP!
   Dia membawa Fransiska dalam pelukannya “Kenapa kau sangat bodoh sih Fransiska?” Ucap Hokania menyentuh helaian lembut rambut hitam  Fransiska lalu mengelusnya dengan sayang mencoba untuk menenangkan sahabatnya “Aku akan tetap disamping Uwi-oppa sampai dia tak membutuhkan ku lagi hiks... Hiks...” Isak Fransiska dalam pelukan Hokania,
“Sadarlah Frans, troublemaker itu hanya melihat Chris Nurul saja! Dia hanya memanfaatkan mu saja Fransiska! Dia hanya menjadikanmu pelampiasannya pada Chris Nurul dan dia hanya memanfaatkanmu untuk medekati Chris Nurul, Fransiska!! Sadarlah Frans!! Sadar!!!” Ucap Nia melepaskan pelukannya lalu memegang kedua bahu Fransiska “Aku tahu!!! Aku tahu semuanya!!! Aku tahu Hokania!!! Tapi hati ini begitu mencintainya,aku menutup mata dan telinga ku agar dapat terus bersamanya! Aku tahu yang dia lihat hanya Chris Nurul,aku tahu!!! Aku juga tahu kalau aku hanya pelampiasannya dan alat untuk dia mendapatkan Chris Nurul aku juga tahu tentang hal itu Hokania!.  Tapi hati ini, Hati yang tersakiti ini! Tak pernah ingin untuk pergi jauh darinya.  Aku akan tetap bertahan sampai hatiku mati rasa karenanya!!!” Kata Fransiska mengeluarkan semua emosinya lalu berlari  menjauhi Hokania yang tercengang karena mendengar semua pernyataan Fransiska yang menurut Hokania sangat bodoh!
   “Kau sudah gila Fransiska!! Kau malah menggali kuburanmu sendiri” Ucap Nia menggelengkan kepalanya tanda dia sangat bingung dan tak dapat mengerti dengan apa yang Fransiska ucapkan “Itu bukan bodoh sayang, tapi itu adalah kekuatan cinta yang dapat membuat hal yang tak mungkin menjadi mungkin,  dan begitu menyakitkan menjadi ringan itulah cinta” Ucap seorang pria yang tiba-tiba saja merangkul bahu mungil Hokania.
 DEG!
    Hokania mengenal jelas siapa pemilik suara tersebut dengan cepat dia mendorong namja tersebut lalu berjalan mencoba menjauhi namja yang tadi merangkulnya tapi
TAP!

  Lengannya di tahan oleh Tyo  Min nama namja yang begitu tergila-gila pada seorang Hokania yang selalu bertindak dingin terhadapnya “Apa aku sejijik itu dimatamu Hokania?” Tanya Tyo  membuat Hokania terdiam,dia tidak tahu harus menjawab apa jantungnya berdetak sangat kencang tapi hatinya seperti disayat beribu belati bila namja ini berada didekatnya
  “Apa aku tak pernah pantas untuk seorang Hokania Park?? Apa aku tak akan pernah bisa memiliKimu Hokania?” Ucap Tyo  begitu tulus dia menatap Hokania yang memalingkan wajah angkuhnya “Aku mencintaimu” Bisik Tyo  begitu menyiratkan kepedihan yang mendalam membuat Hokania semakin ingin menjatuhkan cristal bening dari mata indahnya segera

PLAK!!!
    Dengan kasar Hokania menepis tangan Tyo,  membuat Tyo  dan dirinya sendiri tercengang karena begitu terkejut dengan tindakan tadi “Kau sangat berisik!!” Kata Hokania begitu dingin lalu berlari menjauh dari sana dengan perasaaan yang hancur tanpa sisa.
“Maaf,maaf,maafkan aku  Min Tyo ” Bisik Nia sambil terus berlari
TES!
 TES!
 TES! 
    Entah kebetulan atau tidak langit pun ikut menangis menyembunyikan laju airmata yang membasahi pipi Hokania “Maafkan aku Tyo  hiks... Bukan kamu yang tak pantas untukku,tapi aku yang tak pantas untukmu hiks..., Aku ini sangat menjijikan!!! Begitu menjijikannya sampai aku tak ingin melihat diriku sendiri Min Tyo  

Hiks...

Hiks..

ARGH.....

Ya Tuhan!! Kenapa harus aku!!! kenapa harus aku!!! Hisk..” Hokania berteriak di tengah hujan deras yang meredam suara jeritannya, dia mengeluarkan semua emosinya disana.
Hancur dia sangat hancur begitu hancurnya sampai dia tak mengerti untuk siapa lagi dia masih bertahan hidup di dunia ini “Hahaha... Hiks,,, hiks,,,, Tyo  aku ini kotor!!! Aku juga mencintaimu  Tyo  Min hiks..Hiks..Hiks..” Tawa Hokania yang diselangi isak tangis kepedihannya.

         “Hujan” Ucap seorang gadis  yang tengah berdiri di samping bangku taman dengan payung merah ditangannya,dia menengadahkan telapak tangannya untuk menampung tetes bening butiran hujan yang jatuh melalui ujung-ujung payungnya “Sayang” Suara baritone lembut seorang pria  membuatnya kembali tersadar pada dunia nyata “Kakak  kau mengagetkan ku saja” Ucap gadis tersebut lalu berbalik ke arah belakang untuk menatap pemilik lengan kekar  yang tengah melingkar di pinggang rampingnya “Menunggu lama Sandara?” Tanya pria berambut hitam yang begitu mempesona tersebut “Tidak Kak, baru saja” Jawab Wiwin menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.
  “Jangan membohongiku sayang,maafkan..” Ucap pria  tersebut lalu mengeratkan pelukannya “Aku tahu dimana posisiku Yesung , kau adalah milik Chris Nurul sepenuhnya dan aku tak punya hak apapun atas dirimu Kak..” Ucap Wiwin lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Yesung “Maaf,aku benar-benar minta maaf  Win Sandara aku mencintai kalian berdua” Ucap Yesung lalu memejamkan matanya,Wiwin yang sudah mengetahui apa yang akan Yesung lakukan dia juga ikut memejamkan matanya sampai akhirnya bibir Yesung menyentuh bibir mungil milik Wiwin menghantarkan rasa hangat untuk keduanya sekaligus berbagi luka hati mereka melalui ciuman pahit tersebut.  

FLASHBACK ON
Rintik hujan jatuh membasahi tanah pemakaman seorang wanita berhati lembut yang sangat dicintai oleh kedua orang yang tengah menatap nisan tersebut dengan derai airmata “Hokania ayo pulang” Suara baritone pria disampingnya menyadarkan seorang gadis kecil cantik berusia 7 tahun tersebut kembali pada duNianya “Tapi Papa, Mama  hiks.. Nanti dia kedinginan disini”Isak Nia mengelus lembut nisan sang ibu dengan lembut seolah itu adalah wajah cantik sang ibu, tuan Maru  hanya dapat menghela napas melihat sang putri yang masih tak dapat menerima kepergian sang ibu.
 Dengan lembut dia merangkul putri kecilnya itu lalu menggendongnya dan membawanya pergi dari sana “Mama...Hiks....Mama...” Isak Nia menangis dalam gendongan sang ayah.
 Tuan Maru  sendiri bingung bagaimana bisa sang istri begitu cepat meninggalkannya dengan putri mereka yang masih sangat keci,l apa dia bisa menjadi ayah sekaligus ibu yang baik untuk Hokania?,apa dia mampu hidup sendiri tanpa sang istri? “Mi Ran kenapa kau begitu tega meninggalkan ku dengan Hokania disini sendirian” Bisiknya dalam hati lalu mengeratkan gendongannya pada Hokania sang putri kecil. 

  Hujan, lagi-lagi hujan membasahi bumi ini. Seorang gadis kecil cantik memandanginya dengan pilu “Mama,hari ini  hujan lagi”Ujar Nia memandangi bingkai poto sang ibu dengan wajah sembab karena airmata
KRIET!!!
 Terdengar suara pintu kamar yang terbuka membuat gadis kecil tersebut mengengok untuk melihat siapa yang membuka pintu kamarnya “Papa” Ucap Hokania menatap tuan Park yang terlihat aneh “Papa baik-baik saja?” Tanya Hokania menghampiri sang ayah yang terlihat sangat berbeda,dia mencium bau yang menyengat entah apa itu namanya dia tidak mengerti tapi Hokania kecil tanpa rasa curiga mendekati sang ayah yang tengah terduduk di ranjang kecilnya “Hokania kamu mau membantu Papa sayang?” Tanya tuan Park mengelus lembut rambut hitam sang putri kecilnya “Bantu apa Papa?” Tanya Nia kecil dan
BRUK!!
 Dengan tiba-tiba tuan Park menariknya ke atas ranjang lalu menindih sang putri kecil tersebut “Papa  apa yang kau lakukan sakit Papa!!!!... Sakit!!!!!” Jerit Nia begitu histeris “Diamlah!!! Jangan banyak bergerak kalau kau tak ingin merasakan sakit yang jauh lebih parah dari ini!!!!” Bentak tuan Maru  membuat Hokania terdiam menahan sakit tapi tak lama kemudian
 “KYAAAAA... PAPA SAKIT!!!!!!!  SAKIT PAPA!!! Hentikan!!!”

Jerit gadis kecil tersebut dengan airmata dan peluh yang membasahi tubuhnya. FLASHBACK OFF.
        Hokania terbangun dari mimpi buruk kenangan masa lalunya “Hujan lagi!” Bisik Nia memandangi butiran hujan yang jatuh melalui jendela disampingnya dengan tatapan pilu, kadang dia selalu berpikir kenapa takdir tak memihak padanya? kenapa harus dia yang merasakannya?, dan kenapa dia yang harus menjadi pelampiasan nafsu bejad sang ayah.
GREK!
Mendengar kursi sampingnya di duduki seseorang Hokania memalingkan wajahnya dari kaca jendela menatap siapa yang duduk disampingnya tersebut “Sedang apa?” Tanya seorang pria yang tak pernah menyerah untuk meluluhkan hati dingin Hokania “Tyo  Min! Mau apa lagi? Bukannya aku sudah bilang jangan mendekati ku lagi!! Kenapa tak pernah mengerti hah??” Kata Nia begitu dingin dia kembali menatap kaca jendela sampingnya tersebut.
   “Aku hanya ingin mengembalikan jurnalmu saja, saat kelas meeting kemarin ini tertinggal di lapangan basket” Ucap Tyo  menyodorkan sebuah buku bersampul hijau tua pada Hokania “I- ii ni milikku” Ucap Nia begitu gugup dia berpikir apakah Tyo  melihat poto itu atau tidak “Yasudah yak? Aku pergi dulu sayang..”Ujar Tyo  dengan senyum gummy andalannya lalu berjalan menjauh dari sana,Hokania masih belum dapat percaya dengan semua ini dia memandang takut pada jurnal hariannya tersebut, hatinya begitu takut dan sangat sesak membayangkan kalau Tyo  mengetahui rahasia terbesarnya,Tyo  pasti akan sangat jijik padanya bila dia mengetahui hal yang sebenarnya.
 “Bagaimana ini Tuhan”  Bisik Nia memandangi takut jurnal di tangannya tersebut “Sayang!! Satu hal lagi, aku tak akan pernah berhenti mendekatimu karena apa? Karena aku sangat mencintaimu  Hokania!!!” Seru Tyo  penuh semangat lalu membuat lambang cinta menggunakan kedua tangannya tanpa sedikitpun merasa malu “Yeee... Keren!!! Banget!!! Figthing Tyo !!” Seru para siswa yang berada dalam kelas XII-1 menyoraki Tyo  seraya memberi tepuk tangan atas kegigihannya untuk mendapatkan cinta Hokania.
        “Aku rasa dia tidak melihat gambar itu” Ucap seorang siswi  lalu duduk disamping Hokania yang tengah bingung “Kenapa kau sangat yakin?” Tanya Hokania menatap Fransiska “Jikapun dia melihat gambar tersebut,Tyo  Min tidak akan menyerah untuk memperjuangkan cintanya pada Hokania-chan” Ucap Fransiska lalu merangkul bahu sahabat baiknya tersebut “Mana mungkin dia masih mau mencintai wanita kotor seperti aku” Kata Nia memasukan jurnalnya kedalam tas selempang miliknya “Hay tidak ada yang tidak mungkin karena cinta sayang, percayalah padaku? Coba buka hatimu untuk Tyo , jangan pernah berpikir kau tak pantas untuknya jangan pernah kau merasa kau itu kotor atau pun menjijikan! Jangan!” Kata Fransiska menggenggam tangan Hokania lalu menatapnya dengan tatapan hangat.

Flashback ON

   Dengan wajah berseri Tyo  membuka lembar tiap lembar jurnal hijau tua milik seorang gadis yang sangat dia cintai melebih apapun, sampai pada sebuah halaman dia menemukan sebuah gambar yang sangat membuatnya terkejut “Bagaimana mungkin?” Bisiknya menatap gambar tersebut “Hokania,apa sikap dinginmu itu karena ini semua?” Tanya Tyo  pada dirinya sendiri sambil memandangi gambar yang terdapat dalam jurnal milik Hokania tersebut “Jika itu benar lalu siapa ayah dari bayimu ini Hokania” Ucap Tyo  seraya melirik bingkai poto Hokania yang terpajang cantik diatas meja belajarnya. Flashback off
TAP!
 TAP!
 TAP!

    Derap langkah pelan seorang pria memenuhi koridor lorong SMA CHANG-iN “Siska ... Heheehe dimana yak kelas putri cantikku” Ucap nya sambil diselangi tawa kecilnya,kedua jari telunjuknya saling bertautan dan sorotan matanya terlihat begitu polos layaknya seorang anak yang masih kecil “Hehehe, Siska  kamu dimana?” Ucapnya seperti mulai kebingungan mencari dimana kelas putrinya sampai suatu ketika
 BRUK!!
 Dia menabrak seseorang hingga keduanya terjatuh “Sakit... Hiks.. Sakit..” Dia terisak kecil sambil tetap memainkan kedua telunjuknya dengan tatapan mata yang begitu  polos layaknya seorang anak kecil yang baru berusia 5 tahun “Paman, aku minta maaf tadi aku tak sengaja paman.” Ucap Wiwin karena lelaki yang menabraknya malah menangis “Iya, aku-aku baik-baik saja...” Ucapnya sambil memainkan lengan dan sesekali menggelengkan kepalanya ‘Aneh sekali paman ini, kelakuannya sama seperti anak kecil’ Batin Wiwin menatap pria didepannya yang masih bertingkah seperti anak-anak
Paman  memangnya  mau kemana?” Tanya Wiwin lalu membantu pria dengan keterbelakangan mental tersebut untuk berdiri “Ehemmm... Sis-ka” Ucapnya lalu bertepuktangan dengan polosnya “Siska?? Guru?” Tanya Wiwin yang terlihat sangat bingung “Tidak,tidak  bukan gu-ru” Jawab pria tersebut seraya  menggelengkan kepalanya begitu cepat “Dia pputriku,pputri can tik ku. Sis wa” Jawabnya sambil memainkan jari telunjuknya  “Apa mungkin yang dimaksud paman  ini Fransiska yak?” Gumam Wiwin pada dirinya sendiri “paman  sepertinya  aku  tahu, kajja paman aku antarkan kekelasnya” Ujar Wiwin lalu mengantarkan pria tersebut menuju kelas Fransiska.
  “Nama paman  siapa?” Tanya Wiwin dengan ramahnya “Lee Chang-Min,hehehe. Kamu sendiri  siapa  na-manya hehehe” Ucap Chang-Min nama  pria  tersebut seraya  sesekali tertawa tanpa sebab “Win Sandara paman, tapi panggil saja Wiwin” Jawab Wiwin sambil tersenyum.
     pada  awalnya  dia  memang  sedikit risih dengan kelakukan pria yang baru dikenalnya tersebut tapi lama-kelamaan Wiwin malah merasa nyaman,dia merasa tengah mengobrol dengan anak usia 5tahun begitu polos dan lucu  “Nah paman  itu bukan orangnya?” Tanya Wiwin seraya  menunjuk Fransiska yang tengah mengobrol dengan Nurul dan Uwi didepan ruang kelasnya “Iya,iya,iya, hehehehe, dia putri cantik ku. Rika” Seru Chang-Min dengan penuh semangat lalu berlari menghampiri Fransiska yang menunjukkan raut wajah tidak suka dengan kehadiran sang ayah “Siska!! sis ka siska  Papa  membawakan kaos olahragamu yang tertinggal ini putt putriku yang cantik” Ucap Chang-Min sambil sesekali melompat girang lalu menyerahkan tas kantong yang berisi kaos olahraga Fransiska yang tertinggal “Papa? Frans? Katamu Ayah kamu sedang ada di jepang kan?” Tanya Nurul heran dan itu semakin membuat Fransiska malu dan ketakutan kalau rahasianya terbongkar, apalagi didepan Uwi yang tak pernah sekalipun memandangnya.
  “Bukan!!! Dia i-ni pem-bantu di rumah Paman Chun,dia me-mang selalu mengganggapku anaknya bia-sa lah” Ucap Fransiska begitu gugup dia langsung menatap Chang- Min dengan tatapan kekesalan “Tapi ka, dia tadi bilang kamu putri cantik nya?” Tanya Wiwin dengan raut wajah bingung dan penasaran “Aku akan sudah bilang Papa  ku ada dijepang!!! Dia ini Cuma pembantu!!!” Ucap Fransiska dengan wajah kesal lalu mendorong Chang-Min dengan kasar hingga dia terjatuh ke lantai
 “Kyaaaaaaaaaaa..........  Fransiska” Jerit khawatir Nurul dan Wiwin melihat Chang-Min yang terjatuh dengan keras ke lantai dingin sekolah “Pputriku Papa! Hiks... Sakit ..Hiks..” Isak Chang- Min menangis di sana hingga membuat semua murid yang didalam kelas maupun yang berada di luar tengah memperhatikan mereka, “Akui sajalah Fransiska kalau kau itu anak pembantu” Ucap Chand dengan sangat sinisnya “Jaga bicaramu itu!!!” Bentak Fransiska dia mencari ke sekeliling tempat untuk melihat bagaimana reaksi, Uwi tapi hasilnya dia hanya menemukan Uwi dengan tatapan mata dingin padanya dan diam tanpa bicara apapun “Lalu kamu mau bilang kalau orang idiot ini mengaku sebagai ayahmu?” Ucap Neeny yang sebenarnya begitu melukai hati Fransiska tanpa dia sadari “Hay  jaga ucapanmu dia tidak idiot!!!” Bentak marah Fransiska menghampiri Chand dan neeny “Ough... anaknya marah karena Ayahnya dibilang I-D-I-O-T”  Chand makin membuat Fransiska terpojok sekali lagi dia melihat sekelilingnya yang terlihat menatapnya seraya  berbisik seseuatu tentangnya.
 “Kamu!!! Kamu kan pembantu kenapa harus mengaku aku anakmu hah??” Bentak Fransiska membuat Chang- Min menggeleng ketakutan dengan wajah penuh dengan airmata “Aku tidak bohong,tidak bohong Frans-sis ka  Papa  sayang ka mu” Isak Chang-Min “Apa kau—‘’ Amarah Fransiska semakin tak terkendali hampir saja dia akan memukul Chang-Min bila tak dihentikan oleh Nia dan Alexs
“FRANSISKA HENTIKAN!!!!”
   Teriak Hokania yang langsung mendorong Fransiska lalu memeluk Chang- Min yang seluruh tubuhnya bergetar ketakutan “Teman-teman Fransiska dia membenciku teman” Adu Chang-Min pada Hokania yang memeluknya eratnya “Tidak,ayo  teman ikut aku” Ajak Nia lalu menggenggam tangan Chang-Min dan membawanya pergi dari kerumunan “Lihat saja Fransiska kami akan membongkar rahasiamu yang sebenarnya heh..” Ucap Chand dan neeny lalu tersenyum sinis pada Fransiska yang terduduk di lantai karena di dorong Hokania cukup keras “Cihh.. Akan ku beri pelajaran kalian” Cibir Fransiska dengan pandangan penuh kekesalan.
 “Hay budak” Ucap Alexs seraya memegang kepala Fransiska “Apa?” Jawab Fransiska jutek “Ayo ikut aku!!!” Kata Alexs tanpa belas kasihan lagi langsung menyeret Fransiska untuk mengikutinya “YAK!! Sakit!!” Teriak Fransiska karena merasakan ngilu dipergelangan tangannya, tapi seolah tak mendengar apapun Alexs malah mengabaikannya “Yak!!! Lepaskan!!!” Seru Fransiska mencoba melepaskan diri dari Alexs dia meronta-ronta meminta Alexs untuk melepaskan cengkramannya, tapi tetap saja Alexs tak menghiraukannya dia masih menarik Fransiska dan membawanya dengan paksa.
 “Tuan muda tolong lepaskan!!!” Seru Fransiska lalu melepaskan cengkraman tangan Alexs dengan kasar “Kenapa kau begitu pada ayahmu sendiri budak?”Tanya Alexs menatap Fransiska yang menundukan kepalanya menyembunyikan tetesan airmata yang membasahi pipinya “Ayo jawab aku kenapa kau diam saja???” Alexs meninggikan nada bicara pada Fransiska yang masih menundukan kepalanya
Hiks!!

   Alexs mengalihkan pandangannya melirik Fransiska yang masih menundukann kepalanya, samar dia mendengar isak tangis pelan yang keluar dari bibir mungi Fransiska ‘Si budak menangis?’ Alexs menatap bahu Fransiska yang bergetar
Hiks!
   Lagi isak tangis itu kini mulai jelas terdengar dari bibir mungil Fransiska tapi tetap saja gadis keras kepala tersebut masih enggan untuk mengangkat kepalanya

GERP!!!!
Dengan tiba-tiba saja Alexs langsung membawa tubuh mungil Fransiska pada dekap hangat tubuhnya,dia memeluk Fransiska dengan sangat erat lalu mengelus helaian lembut rambut indigo Fransiska dengan penuh kasih sayang. Jujur hatinya terasa sakit melihat Fransiska menangis seperti ini.
Fransiska yang awalnya terkejut lama kelamaan merasa nyaman dengan dekapan hangat Alexs padanya,dia semakin mengencangkan isak tangisnya disana.Angin musim gugur menebangkan helaian rambut indah Fransiska dan Alexs mereka masih berpelukan dibawah pohon yang daun-daunnya berguguran.
‘Kenapa aku selalu merasakan sakit saat melihat airmatamu jatuh Budak???’.

   Nia dan Changmin duduk di ayunan taman sekolah “Teman baik-baik saja??” Tanya Nia menatap Changmin yang masih menundukan kepalanya “Iya, A-aku baik-ba ik saja  teman” Jawab Changmin memgayunkan kakinya dengan pelan “Jangan sedih teman,mungkin Fransiska tengah pusing karena pelajaran tadi..” Nia mencoba untuk menghibur Changmin yang sepertinya sangat terluka “Apa Fransis-ka s-sangat M-membenciku teman?” Tanya Changmin “Tidak,dia sangat menyayangimu mungkin dia menutupinya saja teman..” Changmin menatap Hokania dengan mata polosnya dan Nia menatap Changmin dengan tatapan iba “benarkah Fransis-ka menyayangiku teman?? Tapi  kenapa dia bilang a-aku bukan p-Papanya....” Tanya Changmin dengan mata yang mulai kembali berkaca-kaca “itu semua karena dia ingin menyembunyikan pada semua orang bahwa dia memiliki Papa seorang malaikat,teman” Hokania menatap hijaunya hamparan rumput sekolah dengan mata yang menyiratkan suatu arti yang mendalam “K-ken-napa A-aku di-sembu-nyikan,teman?” Changmin menatap Nia dengan mata polosnya,alisnya saling bertautan tanda dia tak paham dengan maksud perkataan Nia.
  Nia tersenyum hangat pada Changmin “Itu karena Fransiska takut kamu di ambil orang teman!” Changmin melebarkan matanya tak percaya “Kamu berbohong yak,te-man?” Changmin menatap Nia curiga “Em!” Nia berbalik menatap Changmin lalu menggelengkan kepalannya pelan “Aku tidak berbohong padamu,teman”  Changmin tersenyum-senyum mendengar pernyataan yang barusan Hokania ucapkan “Serius?” Kembali Changmin bertanya dengan wajah penuh seribu tanya “Iya!” Hokania mengangguk pasti atas kebohongannya sendiri.
 “Hehheh,tuhan jangan huku-m pp-putriku ya-k? Di-a sa-sangat men-ci-ntaiku,hehhehe”  Changmin bertepuk senang,dia lalu mennautkan jari-jarinya sendiri dan menaruh lengannya di dadanya dan menunduk memohon pada sang pencipta.
  Nia tersenyum melihat itu,hatinya begitu terasa pilu dan matanya mulai memanas ‘Andai tuhan menciptakan paman sebagai Ayahku,mungkin aku adalah orang yang paling bersyukur hidup dengan paman yang bak seorang malaikat,walaupun paman terbelakang tapi bagiku paman sangat sempurna karena itu semua,di banding dengan iblis jahat yang tuhan takdirkan sebagai Ayah!’ Nia terusan saja memandangi Changmin yang tengah khusyuk berdoa,sesekali dia menyinggungkan senyumnya lalu sejenak menatap langit cerah hari ini.

TBC~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar